MEDIAHARPAN.COM, Jakarta (13/04) – Ada arus deras aksi investor asing memborong saham Indonesia menjelang pemilihan umum (PEMILU) serentak Presiden dan legislatif hari rabu (17/04). Media Bloomberg mendata investor asing telah melakukan pembelian bersih saham selama tujuh hari berturut-turut, terpanjang sejak Januari. Sepanjang tahun ini, investor asing telah membeli lebih dari USD1 miliar saham Indonesia.
Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terus melemah sejak akhir pekan lalu -hanya sekali ditutup menguat pada Selasa lalu – investor asing tak berhenti menyetorkan dananya ke pasar modal Indonesia.
Modal asing mengalir kembali ke pasar modal, setelah musim laporan pendapatan kuartal keempat yang “relatif kuat” dan juga didukung oleh reli obligasi. “Pemilihan presiden yang akan datang tampaknya tidak menghasilkan banyak kegelisahan,” tulis Erwan Teguh CGS- CIMB, laporannya yang dikutip media Bloomberg, Jumat (12/4).
Teguh menyebutkan, berdasarkan pembelian bersih oleh semua investor, saham properti dan konstruksi merupakan sektor yang paling banyak diburu.Indeks sektor ini telah naik lebih dari 6 persen sepanjang tahun ini, setelah melorot selama dua tahun, sedangkan IHSG naik rata-rata 3,5% sepanjang tahun ini.
Credit Suisse Group AG pada hari Kamis lalu menaikkan bobot saham Indonesia dalam alokasi saham Asia, dengan mengacu pada penilaian relatif “rata-rata” rupiah yang masih terlihat murah secara jangka panjang dan potensi penurunan suku bunga.
“Dengan imbal hasil obligasi riil tertinggi di kawasan ini, Indonesia memiliki potensi penurunan suku bunga jangka menengah terbaik di Asia,” tulis Dan Fineman dan Kin Nang Chik, ahli strategi Credit Suisse Group AG. (Bloomberg)






