MEDIAHARAPAN.COM, Bekasi – Seminar ketahanan keluarga dengan tema ‘Memutus Mata Rantai LGBT Menyelamatkan Generasi’ diikuti oleh banyak kalangan, tak terkecuali sejumlah anak muda dari Jaringan Relawan Muda Indonesia (JRMI) dibawah asuhan Wahana Muda Indonesia (WMI).
Seminar yang diselenggarakan oleh LPPDI Thoriquna di Hotel Aston Imperial Bekasi pada Sabtu (23/2/2019) itu, menghadirkan pembicara diantaranya Psikolog dan Pakar Parenting Elly Risman,S.Psi., Ketua Umum Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Rita Soebagio,, S.PT., M.Si serta Aktivis Dakwah dan Pembina Muslimat Thoriquna, Ainun Syafa’ah.
Seorang mahasiswi yang aktif di JRMI, Arum Fastami mengakui seminar Ketahanan Keluarga ini sangat banyak memberi keilmuan yang dibutuhkan untuk setiap orang. Materi yang disampaikan tidak tertuju untuk orang tua saja namun anak muda juga.
“Ketiga pembicara masyaallah hebat sekali, topiknya apik dan pembawaannya nyentrik, sesekali sarkas, namun membekas,” katanya kepada mediaharapan.com, Bekasi, Sabtu (23/2/2019).
Menurut Arum, pembahasan tema sangat kompleks, tapi pembicara dapat menyampaikannya dengan bahasa yang mudah dipahami dengan banyak menganalogi.
“Masyaallah tabarakallah, saya diberi kesempatan hadir kemarin dan lagi-lagi diingatkan bahwasanya banyak sekali PR umat islam yang harus dituntaskan, dan juga banyak sekali benteng yang harus dibangun dalam dunia hari ini,”ujarnya.
Arum berharap seminar dengan pembahasan seperti itu dapat diadakan di kota-kota lainnya dengan target peserta yang tidak hanya orang tua, namun pemuda dan pemudi.
“Semoga Thoriquna dan semua partner-partner penyelenggara dalam pergerakannya berdakwah selalu diberkahi Allah, Aamiin ya Rabbal alamin,” ucapnya.
Sementara itu, anggota JRMI lainnya Puspi Immawati mengaku sangat senang bisa hadir dalam seminar tersebut. Alasannya karena, bisa menambah ilmu, sehingga menjadi lebih tahu dan cukup paham tentang pembahasan RUU P-KS.
“Selain itu banyak dapat nasihat-nasihat dan pelajaran baru tentang membangun keluarga yang baik itu seperti apa, sama cara mendidik anak yang baik sesuai agama itu juga seperti apa. Lumayan untuk dijadikan ilmu dalam mendidik anak-anak nanti, dan juga bisa menjadi orang tua milenial yang tetap mengedepankan nilai-nilai agama.
Tidak hanya itu, lanjutnya, di seminar itu para peserta juga diajak untuk berpikir kritis atas apa yg sedang maupun akan terjadi di negara ini. Dan pikiran-pikiran kritis itu semuanya harus berdasarkan as-sunnah dan Al-Quran biar semuanya tidak melenceng.
“Dengan adanya acara kemarin, mungkin bisa membuat kita semua yang ikut jadi lebih sadar tentang hukum di Indonesia itu seperti apa,” jelas Puspi.
Ia juga berharap acara seminar bisa membuat semua tahu bahwa RUU P-KS itu perlu ditindak lanjuti, jangan sampai Penyimpangan-penyimpangan yang ada di dalam RUU tersebut malah dilegalkan. Karena, imbuh Puspi, hal tersebut nantinya mungkin dapat merusak moral anak-anak bangsa. Ia yakin bangsa ini akan lebih baik apabila pemuda dan anak-anaknya memiliki akhlak dan aqidah yang kuat
“Dan hal tersebut dapat terealisasi apabila kedua orangtuanya dapat mengasuh dan mendidik mereka dengan baik dan benar sesuasi syariat-Nya,”tuturnya.
Senasa dengan mereka, peserta lainnya dari JRMI, Rani menilai seminar ketahanan keluarga tersebut menyajikan ilmu yang sangat bermanfaat bagi banyak kalangan. Meski awalnya niat tidak hadir, Rani akhirnya mengaku senang bisa menghadiri acara itu, karena materi yang disajikan di luar dugaannya.
“Alhamdulillah, Barakallah, super super. Makasih buat abang yang selalu beri kesempatan buat Rani belajar dimana-mana, yang tadinya sempet ragu buat ikut karena bentrok jadwal kuliah, tapi akhirnya tetap ikut dan gak nyesel bolos sehari doang,”katanya.
“Ilmunya super banget, especially ibu Elly Risman, walau sebenarnya materinya lebih cocok buat para ibu, tapiternyata buat remaja juga cocok banget. Jadi punya bekal aja buat didik anak nanti, semua materi yang disampaikan benar-benar bikin mata melek. Apalagi cara menyampaikannya pas banget terus acara tepat waktu betul gak ngaret-ngaret jadi contoh banget!, ” tambahnya. (bilal)











