Jakarta, – Maraknya Isu tentang eksodus pekerja Asing ilegal asal cina akhir-akhir ini membuat Presiden Jokowi gerah, bahkan Presiden telah meminta Kepolisian untuk mengusut penyebar isu yang dinilainya mengadu domba tersebut.
Kegerahan Jokowi itu difollow up oleh Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Rony F Sompie, dengan mengeluarkan data resmi ke-Imigrasian yang mencatat sebanyak 31.030 warga negara China yang bekerja di Indonesia. Mereka semua mengantongi Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas).
“Sampai Desember, KITAS untuk China ada 31.030 orang,” kata Ronny dalam acara diskusi bertema ‘Di Balik Serbuan Warga Asing’, di Cikini, Jakarta Pusat (24/12/2016) seperti dilansir Detikcom.
Sebanyak 27 ribu diantaranya adalah pemegang Kitas untuk izin bekerja. Karena itu Ronny membantah tudingan ada ribuan atau jutaan tenaga kerja asal China.
Ronny mengakui selama ini memang ada pelanggaran imigrasi oleh warga negara asing yang membuat mereka harus dideportasi. tapi menurutnya pelanggaran yang terjadi bukan semata-mata karena izin bekerja.
“Ada 1.857 orang yang kami deportasi karena pelanggaran. Bisa saja mereka over stay sebagai turis dan pelanggaran lain. (Sebanyak) 126 orang sampai pengadilan,” jelas Ronny.
Sebulan sebelumnya, Selasa (23/11/2016) Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri mencatat jumlah tenaga kerja asal China mencapai 19.260 orang hingga Oktober tahun ini atau meningkat sekitar 15 persen dibandingkan dengan 2012, yang hanya mencapai 16.731 orang. hal ini disebutkan dalam kunjungannya ke redaksi Detikcom seperti yang diberitakan oleh cnnindonesia.com pada kamis (24/11/2016).
Menaker menjelaskan China menduduki posisi terbanyak nomor Satu disusul Jepang, Korea Selatan, India dan terakhir adalah Malaysia.
Dari data yang dipaparkan oleh dua instansi diatas terdapat pembengkakan jumlah yang fantastis akan masuknya Pekerja Asing asal Cina ke Indonesia dalam kurun waktu satu bulan ini.
Dimana Menteri Tenaga Kerja menyebut angka 19.260 orang pekerja pada tanggal 24/11/2016 , sedangkan Dirjen Imigrasi Kemenkumham menyebutkan angka 31.030 pekerja pada 24/12/2016. dalam satu bulan terjadi penambahan sebanyak 11.770 pekerja Asing
Disisi lain, seperti diberitakan Merdeka.com, pada Kamis (22/12) malam, kantor Imigrasi Kelas I Samarinda merilis 12 WN China diamankan dari lokasi proyek PLTU Handil. Mereka diduga bekerja secara ilegal, memanfaatkan visa kunjungan.











