Jakarta, MEDIAHARAPAN.COM – Peringatan 92 Tahun Sumpah Pemuda (1928-2020) memprihatinkan ungkap Dr. Robi Nurhadi, “hal ini disebabkan peristiwa extra ordinary antara lain pandemik global Covid-19, berimbas Anarkisme Internasional, serta Menurunnya keadaban berpolitik secara drastis, dan lain-lain,” ungkap dosen FISIP Universitas Nasional (UNAS), dalam Peringatan 92 tahun sumpah pemuda dengan acara diskusi Buku “Potret Pemilu dan PILKADA di Indonesia” Kumpulan Atrikel dan Buku “Catatan Inspiratif Pemuda Jejak Pegiat Pendidikan dan Pemilu” Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jakarta Rayon Universitas Terbuka bersama Wahana Muda Indonesia (WMI) dan Generasi Pemuda Pemudi Anti Narkotika (GAPPANA), di Kantor KAHMI JAYA Rawamangun (28/20)
Menghadapi perubahan zaman tersebut, Dr. Robi Nurhadi menyerukan adanya langkah-langkah yang extra ordinary (penting dan segera), “kita sedang berhadapan dalam suatu era tantangan yang extra ordinary sebuah entitas yang harus dihadapi dengan semangat yang extra ordinary. Maka, KAHMI, HMI sebagai pemilik penting republik harus menawarkan solusi extra ordinary, HMI connecting menawarkan gagasan extra ordinary. Pengujung tahun 2020 ada perhelatan Pemilihan kepala daerah (PILKADA) serentak di 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota ditengah ancaman kematian akibat cluster baru covid-19.
Pertanyaannya untuk apa terkait PILKADA serentak ini bukan sekedar terkait penundaan atau meneruskannya, melaikan harus mampu melahirkan pemimpin yang extra ordinary, proses kelahiran pemimpin yang berhasil membuat kebijakan extra ordinary, yaitu komitmen membangun bangsa yang lebih baik. Artinya Challenge pilkada tidak hanya pesta perebutan ekuasaan ditengah ancaman cluster baru.
Acara Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jakarta Rayon Universitas Terbuka dalam memperingati 92 tahun sumpah pemuda dengan acara diskusi Buku. Kegiatan tersebut di hadiri oleh Penulis buku Zulpikar, SE. MM, M.IP, Dosen di UMB dan Panwaslu Kabupaten Tangerang, Puadi mantan anggota Bawaslu DKI JAKARTA, Luli Barlini dari Bawaslu Kota Depok, Fitriadi dari KPUD Bogor.






