Karya : Denny JA
Sidarta masih terpana
Berita itu berulang ia baca
Kisah orang terkaya
Bunuh diri di kereta
Adolf Merckle namanya
Puluhan trilyun hartanya
Di Jerman, ia terkaya
Di dunia, ia ternama
Pada suatu pagi
Di tahun 2009 yang perih
Di musim salju yang tinggi
Di Dresden yang sunyi
Ditulisnya satu kalimat sedih
“Istriku, maafkan aku
Ia pun berlalu.”
Siapa yang menduga
Ia menyimpan rencana
Ditunggunya itu kereta
Dan ia meloncat segera
Dunia heboh sekali
Orang terkaya bunuh diri
Ada yang tak bisa dibeli
Walau uang banyak sekali
-000-
Lama terdiam Sidarta
Ia renungkan itu peristiwa
Ada yang tak dimengerti
Walau harta membumbung tinggi
Bergegas Sidarta
Dikumpulkan semua anaknya
Mumpung mereka masih remaja
Harus mengerti ini rahasia
Anak-anakku, ujar Sidarta
Ketahuilah sejenis duka
Ini duka khas orang kaya
Berlimpah punya harta
Kadang lupa mencari makna
Ada yang tak bisa dibeli
Walau harta kita sepeti
Kita bisa beli istana
Tapi rasa bahagia
Dibeli tak bisa
Kita bisa beli seluruh kota
Tapi rasa cinta
Dibeli tak bisa
Membeli pengawal kita bisa
Rasa damai dibeli tak bisa
Membeli teman bicara kita bisa
Persahabatan dibeli tak bisa
Anak pertama Sidarta
Balik bertanya
“Ayah, apakah kita dilarang kaya raya
agar terhindar itu derita?”
Anak kedua Sidarta
Menggugat serupa
“Ayah, bukankah orang miskin
Lebih banyak punya duka.”
Menjawab Sidarta
Anak-anakku dengarkanlah
Kalian harus kaya raya
Tapi derita lebih perkasa
Harta semata
mudah dikalahkan Duka
Lalu siapa yang bisa kalahkan Duka, Ayah?
Kembali anaknya bertanya
Siapa yang lebih perkasa dari Duka?
Tanya anak lainnya
-000-
Sidartapun berkisah
Tentang pohon gaib
Satu satunya di alam semesta
Yang lebih perkasa melawan duka
Akar pohon gaib itu anakku
Sudah tumbuh di hatimu
Rawatlah ia agar membesar
Namun Ia hanya tumbuh
Hanya oleh sejenis pupuk
Pupuk itu rasa cinta
Pupuk itu rasa bersyukur
Pupuk itu semangat memberi
Pupuk itu amal sedekah
Hanya pupuk itu
Yang mengubah akar
Tumbuh menjadi pohon ajaib
Yang bisa mengawal harta
Yang bisa kalahkan duka
Anak anak yang masih remaja
Mengerti tak sepenuhnya
Namun di bola mata ayahnya
Pohon ajaib itu
Mereka lihat selalu
Pohon itu berkata
Mereka bisa kaya raya
Sekaligus bahagia
Asalkan ada cinta
April 2017






