MEDIAHARAPAN.COM, Sarajevo – Presiden Turki pada hari Selasa(9/7) memberikan penghormatan terakhir kepada 33 korban genosida Srebrenica yang baru teridentifikasi.
Selama dua hari kunjungannya ke ibu kota Bosnia, Sarajevo, Recep Tayyip Erdogan menghadiri prosesi untuk memperingati ribuan korban genosida tak berdosa.
33 korban tersisa genosida Srebrenica ditempatkan di sebuah truk yang sarat dengan bunga di kota Visoko, Bosnia, Selasa pagi untuk perjalanan terakhir mereka menuju peristirahatan di pemakaman.
Para korban akan dimakamkan di desa Potocari, barat laut Srebrenica, pada hari Kamis untuk memperingati 24 tahun genosida.
Truk yang membawa jenazah korban tiba di Gedung Dewan Presiden di ibu kota Sarajevo. Erdogan bersama dengan pejabat Bosnia dan anggota masyarakat berdoa untuk para korban dan menaruh bunga di truk.
Penduduk Sarajevo setempat menunjukkan antusias besar pada presiden dan ibu negara Turki Emine Erdogan, yang meluangkan waktu untuk mengobrol dengan mereka dan berfoto bersama mereka.
Ketika truk melewati jalan-jalan di ibukota Sarajevo, ribuan orang, termasuk wanita dan anak-anak, terlihat menangis. Banyak yang menghujani truk dengan bunga dan mengangkat tangan dalam doa.
Setiap tahun pada tanggal 11 Juli, korban genosida yang baru teridentifikasi – yang merenggut nyawa lebih dari 8.000 orang – dimakamkan di pemakaman peringatan di Potocari, Bosnia timur. Ribuan pengunjung dari berbagai negara menghadiri upacara pemakaman dan penguburan.
Pada pemakaman tahun ini, jumlah jasad di pemakaman akan meningkat menjadi 6.643.
Lebih dari 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim Bosnia terbunuh setelah pasukan Serbia Bosnia menyerang “zona aman” PBB di Srebrenica pada Juli 1995, meskipun pasukan Belanda sudah ditugaskan untuk menjaga perdamaian internasional.
Srebrenica dikepung oleh pasukan Serbia yang berusaha merebut wilayah dari Muslim Bosnia dan Kroasia untuk membentuk negara mereka sendiri.
Dewan Keamanan PBB telah menyatakan Srebrenica sebagai “daerah aman” pada musim semi tahun 1993. Namun, pasukan Serbia yang dipimpin oleh Jenderal Ratko Mladic – kemudian yang nyatakan bersalah atas kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida – menguasai zona PBB.
Pasukan Belanda gagal bertindak ketika pasukan Serbia menduduki daerah itu, serangan pasukan Serbia menewaskan sekitar 2.000 pria dan anak lelaki pada 11 Juli saja. Sekitar 15.000 orang Srebrenica melarikan diri ke pegunungan di sekitarnya, tetapi pasukan Serbia memburu dan membunuh 6.000 di antara mereka di hutan. (Anadolu/bilal)









