FPBM Tutup, Masyarakat Minta Ini Tetap Dilanjutkan

MEDIAHARAPAN.COM, Batusangkar, Sumatera Barat- Walau diguyur hujan tak menyurutkan niat masyarakat Batusangkar dan sekitarnya menyaksikan Penutupan Festival Pesona Budaya Minangkabau tahun 2018 dilapangan Cindua Mato Batusangkar, Minggu malam (02/12).

Dari awal FPBM yang dikenal Festival Pagaruyung ini sudah menjadi harapan masyarakat terutama pedagang dan masyarakat yang ingin menyaksikan berbagai pertunjukan kesenian daerah itu.

Berganti nama menjadi Festival Pesona Budaya Minangkabau (FPBM) dengan harapan seluruh masyarakat Minang dimana saja, bisa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, seperti saudara kita dari Riau, Malaysia dan tentu juga yang ada di Sumatera Barat.

Hal itu dikatakan Bupati Irdinansyah Tarmizi dihadapan Forkopimda, Tokoh Perantau dan ratusan masyarakat yang penuhi lapangan Cindua Mato dimalam itu.

Irdinansyah Tarmizi menambahkan apa yang menjadi cita-cita itu sudah dicapai dalam pelaksanaan FPBM tahun ini. “Tahun ini FPBM diikuti Saudara kita dari Malaysia, Brunei Darussalam, Riau dan juga Raja-Raja se Nusantara dengan Festival Keraton Nusantaranya, sudah 5 hari ini Batusangkar dipenuhi oleh mereka,” sebut Dia.

Kemudian juga, ujar Irdinansyah, tentu dengan kunjungan yang diperkirakan mencapai 5 ribu wisatawan selama 5 hari tentu memberikan dampak nyata bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

“Bayangkan saja, ada lima ribu tamu selama lima hari melakukan aktivitas jual beli, jika Rp.100 ribu saja perorang untuk kuliner, aksesoris dan lainnya, bisa kita lihat berapa perputaran ekonomi dalam kegiatan ini,” sampainya.

“Ada segelintir masyarakat dan isu yang berkembang, FPBM tidak memberi manfaat, tentu ini harus kita bantah karena contoh kecil saja, angkot yang biasanya beroperasi sampai pukul 5 sore, karena ada event ini, beroperasi sampai malam,” ulas Bupati.

Saat menanyakan langsung kepada masyarakat yang hadir, “apakah kegiatan ini akan kita hentikan dan dicarikan kegiatan lain, atau tetap dilanjutkan, masyarakatpun berseru lanjutkan pak, sahut masyarakat,”

Karena itu, tambah Irdinansyah, ia selaku kepala daerah, akan tetap memperjuangkan agar tahun depan FPBM dapat terus dilaksanakan. “Tentu untuk menggaet para wisatawan berkunjung ke Tanah Datar perlu ada event penarik, yang tentu saja juga membutuhkan biaya, namun melihat kegiatan FPBM berjalan cukup sukses dan memberikan dampak cukup bagus, kegiatan ini perlu dilanjutkan lagi tahun depan, Insya Allah, dan itu butuh dukungan kita semua,” tukasnya.

Sebelumnya Sekretaris Daerah Hardiman selaku ketua pelaksana menyampaikan, kegiatan FPBM 2018 dilaksanakan selama 5 hari dari 28 November hingga 2 Desember ini berjalan aman, lancar dan sukses.

“Rangkaian kegiatan selama festival berjalan aman dan lancar. Peserta dan penonton cukup ramai, berbagai kegiatan dilaksanakan sukses, salah satunya pemecahan rekor Muri atas minum kopi kawa daun untuk 4.000 peserta serentak,” pungkasnya.

Penutupan FPBM 2018 yang ditandai dengan pemukulan gendang tambua tersebut juga diberikan apresiasi serta hadiah bagi arakan jamba. Terbaik I Nagari Jaho Kecamatan X Koto, terbaik II Nagari Taluak Kecamatan Lintau Buo dan terbaik III Nagari Pagaruyung Kecamatan Tanjung Emas bertajuk Media Tradisional yang dilaksanakan Dinas Kominfo Tanah Datar.(Irfan F)

Comments

comments