• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Nasional Daerah

Harapan Baru Petani Gaharu

by Goeh
10 November 2024 09:35
in Daerah, Inspirasi, Lingkungan
0
Harapan Baru Petani Gaharu

Maharani. (Ist)

MEDIAHARAPAN.COM, Lombok Timur – Dedikasi untuk negeri dibuktikan oleh Maharani. Seorang pria bergelar doktor di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia rela terjun langsung menjadi petani untuk memberdayakan masyarakat tani dan menghidupkan lahan kering kerontang tak terpakai.

Bagi Maharani, keringnya tanah NTB yang tandus adalah potensi. Tak hanya itu, Maharani juga peduli dengan keadaan ekonomi masyarakat tani di daerah gersang tersebut. Melalui budidaya pohon gaharu (Gyrinops Versteegii), Maharani mampu menyulap lahan kering menjadi hijau menyejukkan. Masyarakat yang mayoritas petani itu pun bisa tersenyum sumringah dengan pendapatan yang diperoleh dari komoditas kayu gaharu tersebut.

Tentu tidak mudah bagi Maharani untuk merubah pola pikir petani yang sebelumnya hanya fokus menanam buah agar turut menyertakan pohon gaharu dalam aktivitas cocok tanamnya. Sebab, umumnya para petani kurang melihat potensi dari gaharu serta minim inovasi untuk menghidupkan lahan kritis.

Satu pendekatan yang luar biasa dan mampu merubah pola pikir masyarakat tani yang dilakukan oleh Maharani adalah pemberian pemahaman ekonomis tentang pohon gaharu. Sebab, apabila petani didekati dengan alasan menghijaukan lahan, mereka relatif enggan menanam gaharu.

Maharani pun menjelaskan sisi lain dari gaharu. Dijelaskannya, pohon gaharu memiliki nilai ekonomis yang luar biasa. Sebab, pohon yang bisa dijadikan bahan baku perfum itu bisa dijual dengan harga Rp.5 hingga Rp.10 juta perkilo. Selain itu, penanaman pohon gaharu juga bisa menjadi ekowisata yang dapat memberdayakan perekonomian masyarakat sekitar.

Dengan penjelasan Maharani tersebut, para petani menjadi luluh dan bersemangat menanam pohon gaharu di lahan-lahan kritis yang tandus. Akhirnya, tanah yang kering kerontang di Nusa Tenggara Barat (NTB) itu berubah hijau. Tak hanya itu, perekonomian masyarakat menjadi berdaya dan lebih mandiri.

Berdasarkan beberapa sumber, Maharani bersama para petani telah menggarap lahan ratusan hektar yang sebelumnya kering dan tandus. Lahan-lahan tersebut menjadi hijau setelah ditanami pohon gaharu. Maharani menggarap 350 hektar di Lombok Utara. Kemudian, 200 hektar di Lombok Barat, 100 hektar di Lombok Tengah, bahkan hingga 500 hektar lahan di Pulau Sumbawa.

Tak sendiri, Maharani bersama para petani juga didukung oleh pemerintah dan tanggung jawab sosial perusahaan di balik program bertani gaharu tersebut.Secara pribadi, Maharani menanam pohon gaharu di kediamannya di Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur.

Para petani yang mengikutinya, semakin antusias sebab mantan dosen pertanian itu juga memberikan skema bisnis, akses ke pasar dan memberi pelatihan untuk mengembangkan produk olahan. Tak hanya sebagai sahabat, Dr. Maharani juga melebur untuk berdaya bersama masyarakat tani. (Oktavia Sitorus)

Comments

comments

Tags: gaharulombok timurNTBpetani
Previous Post

Indie Book Corner, Wadah Literasi Yogyakarta

Next Post

Modal Nekat Pria Asal Malang Jadi Raja Perak

Goeh

Next Post
Modal Nekat Pria Asal Malang Jadi Raja Perak

Modal Nekat Pria Asal Malang Jadi Raja Perak

BERITA POPULER

No Content Available

BERITA TERBARU

Konsolidasi di Pantura, STII Lirik Pengembangan Pertanian Kawasan

Konsolidasi di Pantura, STII Lirik Pengembangan Pertanian Kawasan

20 August 2026 08:11
Masyarakat Bogor Desak Walikota Larang LGBT

Masyarakat Bogor Desak Walikota Larang LGBT

15 August 2026 23:16
SMAN6KO Bengkulu 2002 Serahkan “Susu Gadis” Rp 10 Juta Untuk Korban Kebakaran Pengantungan

SMAN6KO Bengkulu 2002 Serahkan “Susu Gadis” Rp 10 Juta Untuk Korban Kebakaran Pengantungan

14 August 2026 16:14
PUI Kritik Promosi Miras dengan Challenge Baca Al-Quran

PUI Kritik Promosi Miras dengan Challenge Baca Al-Quran

12 August 2026 14:02

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Konsolidasi di Pantura, STII Lirik Pengembangan Pertanian Kawasan

Konsolidasi di Pantura, STII Lirik Pengembangan Pertanian Kawasan

20 August 2026 08:11
Masyarakat Bogor Desak Walikota Larang LGBT

Masyarakat Bogor Desak Walikota Larang LGBT

15 August 2026 23:16
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia