MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan agar siapapun dapat melihat sesuatu berdasarkan konteks yang di sampaikan, karena menurutnya ancaman nyata saat ini yang paling berbahaya antara lain adalah soal imigrasi.
“Imigrasi itu bukan pengungsian, seperti yang dikatakan Presiden RI Joko Widodo bahwa kompetisi global antar negara sekarang sudah meningkat menjadi kompetisi antar manusia yang tidak mengenal batas negara dan berusaha mencari tempat menjanjikan kehidupan yang lebih baik,” Kata Panglima TNI kepada wartawan di Gedung Kemendagri Jl. Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta Selatan, Rabu (24/5/2017).
Gatot menjelaskan bahwa, imigrasi dapat menyebabkan penduduk asli menjadi terpinggirkan.
“Dari imigrasi bisa kita lihat, dahulu di Amerika ada suku Indian, sekarang hampir punah, di Australia ada suku Aborigin sekarang juga hampir tidak ada lagi dan suku Melayu di Singapura, sehingga puisi itu mengingatkan apabila kita tidak waspada nanti akan banyak anak cucu kita sama seperti Jaka (nama tokoh dalam puisi Tapi Bukan Kami Punya) yang menjadi terpinggirkan,” pungkasnya.
Hal ini disampaikan Gatot terkait munculnya sejumlah pro-kontra atas penggalan puisi yang dibacakannya dalam acara Rapimnas Partai Golkar di Balikpapan beberapa waktu lalu.
Puisi berjudul “Tapi Bukan Kami Punya” karya peneliti senior Denny JA itu berisikan sebuah kritik sosial dan kritik ketidakadilan ditengah masyarakat bangsa Indonesia saat ini, meski tidak dibacakan secara keseluruhan namun lanjutan isi puisi tersebut memang menyinggung langkah penegakkan hukum oleh institusi polri serta sejumlah ketimpangan lainnya. (MH007)






