MEDIAHARAPAN.COM, Kota Pekanbaru, Riau-Ikatan Keluarga Lintau Buo (IKLB) IX Koto Kota Pekanbaru gelar silaturrahmi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar. Silaturrahmi yang dihadiri Bupati Eka Putra beserta isteri Ny. Lise Eka Putra itu juga sekaitan dengan akan masuknya bulan suci Ramadhan 1442H dan dilaksanakan Senin (05/04) di Aula Dinas PUPR Provinsi Riau.
Ketua IKLB IX Koto Kota Pekan Baru H.Parisman Ikhwan, sampaikan rasa syukur dengan terpilihnya Eka Putra dan Richi Aprian sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tanah Datar, dan berharap untuk dapat melanjutkan program pembangunan yang telah dicetus Bupati sebelumnya.
Parisman juga berharap daerah Lintau dapat dijadikan daerah kunjungan wisata seperti Puncak Pato dan juga dapat dibangun penginapan seperti wisma ataupun hotel bagi turis-turis yang berkunjung.
Pada kesempatan tersebut Bupati Tanah Datar Eka Putra dengan haru dan bahagia ungkapkan rasa syukur dapat berjumpa dengan perantau Lintau Buo IX Koto Kota Pekanbaru.
Disampaikan Bupati Eka Putra saat ini kondisi Tanah Datar minus lebih dari Rp100 miliar, namun dengan semangat pengabdian bersama Wakil Bupati Richi Aprian bertekat akan melanjutkan pembangunan di Kabupaten Tanah Datar.
Saat dikonfirmasi terkait keterlambatan pembayaran honorarium perangkat nagari seperti di Nagari Pasie Laweh, Bupati Tanah Datar Eka Putra ucapan terima kasih atas informasi yang disampaikan dan mengatakan hal itu sudah disikapi dan langsung ditindak lanjuti dengan dinas PMDPPKB.
Dikatakan Bupati jika Nagari Pasie Laweh baru memasukan kelengkapan administrasinya tanggal 1 April dan langsung diproses hari itu juga, dan hari Senin kemaren tanggal 5 April bahan tersebut sudah di Badan Keuangan Daerah (BKD) dan Insya Allah dalam minggu ini selesai.
“Kalau bahan sudah lengkap langsug diproses, bahkan hingga saat ini sudah lebih 50 persen nagari yang menyampaikan kelengkapan bahan,”ujarnya.
Dijelaskan Bupati Terkait anggaran, ada aturan-aturan yang harus dipatuhi, ini menyangkut sistem dari Pemerintah Pusat yang berganti dari aplikasi yang lama ke aplikasi yang baru jadi ada prosesnya, bukan sengaja dilalaikan.
“Terkait aplikasi ini, saya tegaskan untuk menyandingkan dengan memakai aplikasi yang lama berupa Sistim Informasi Managemen Daerah (SIMDA) karena ini menyangkut kepentingan orang banyak,”tegas Eka.
Bupati juga minta Wali Nagari untuk segera melengkapi kelengkapan bahan sehingga anggaran dapat segera diproses, dan mohon kerjasamanya dan aktif menyampaikan informasi kepada pemerintah daerah.
Sementara Kepala Dinas PMDPPKB Tanah Datar Nofenril saat dikonfirmasi menyampaikan jika hal ini diakibatkan perubahan sistim dari pemerintah pusat, dan bagi nagari yang sudah mengajukan kelengkapan bahan untuk bulan Januari dan Februari sudah direkomendasikan ke BKD untuk diproses pencairannya.
“Saat ini sudah masuh kelengkapan bahan sebanyak 71 nagari ke Dinas PMDPPKB dan sudah direkomendasikan ke BKD tinggal empat nagari lagi yang belum mengajukan dan itu kita tunggu kelengkapannya segera,”ujar Nofenril (Irfan F)






