• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Nasional Daerah

Kisah Perjalanan Palestina Dijajah Israel

Palestina yang sebelumnya bagian dari wilayah Kekhalifahan Turki Utsmani, jatuh ke dalam jajahan Inggris.

by Bilal
9 October 2019 08:28
in Daerah, Nasional
0
Kisah Perjalanan Palestina Dijajah Israel

MEDIAHARAPAN.COM, Jatinangor – Penjajahan Palestina oleh Israel berawal dari mimpi Theodore Herlz yang ingin mendirikan negara Israel pada 1896. Ide mendirikan negara tersebut sempat ditolak oleh para rabi di Jerman karena menentang Kitab Taurat.

Namun, berkat lobi Zionis pada Inggris, Menteri Luar Negeri Inggris, Arthur James Balfour, Inggris menjanjikan tanah Palestina untuk Zionis pada 1917.

Ketika Kekhalifahan Turki Utsmani dihancurkan Inggris dan sekutu, Palestina yang sebelumnya bagian dari wilayah Kekhalifahan Turki Utsmani, jatuh ke dalam jajahan Inggris. Selama itu, Zionis mengirimkan Yahudi Eropa ke Palestina.

“Tadinya hanya satu, lalu makin banyak. Setelah dua puluh tahun, tiga puluh tahun, makin banyak. Selama 30 tahun, mereka hidup diterima damai oleh warga asli Palestina,” ujar Dr. Dhia Al Junaidi, orang Palestina asal Hebron, di acara Al Aqsha Awareness Week, Universitas Padjadjaran, Selasa, 8 Oktober 2019.

Dhia bercerita, ternyata Israel diam-diam membuat rencana besar. Orang-orang Yahudi yang datang membentuk pasukan rahasia. Tujuannya untuk merebut seluruh tanah milik Palestina.

Tak hanya itu, blokade ekonomi, pendidikan, kesehatan terjadi di Palestina. Banyak penangkapan warga Palestina tak beralasan hingga penembakkan anak-anak oleh peluru yang bisa merusak tubuh.

“Saya punya tetangga yang memiliki anak usia 17 tahun. Dia ditembak oleh tentara Israel di check point saat hendak ke Al Aqsha. Dia tidak melakukan apa-apa, namun ditembak,” cerita Dhia.

Tentara Israel meneror dan mengusir penduduk di Palestina. Terdapat 450 desa saat itu di sana. Israel mengambil alih 77% tanah di negeri tiga agama samawi itu.

Deklarasi Pendirian Israel

Pada 1948 orang Yahudi mengklaim tanah Palestina sebagai negara Israel. Sebelumnya tidak ada negara tersebut. Setelah lampu hijau dari Balfour, Yahudi dari Eropa dan penjuru dunia mulai datang ke Palestina.

“Gimana perasaan kamu bila ada pendatang masuk ke universitas. Kemudian mereka mengusir, membunuh kamu di tanah kamu sendiri?” tanya Dhia kepada pengunjung yang hadir di AAW.

Dhia menyebutkan dunia membiarkan Israel mengambil sacara paksa tanah Palestina, maka satu ketika Israel atau kelompok yang kuat secara militer, ekonomi, dan politik, bisa saja mengambil tanah yang lain.

“Tidak hanya orang Muslim yang mendukung Palestina. Banyak orang dari Eropa, Korea, Brasil, Meksiko, Australia, dan Kanada datang ke Palestina,” lanjut Diaa.

Menurutnya, Palestina adalah isu global. Karena ia merupakan negara satu-satunya yang dijajah secara militer. Persoalan kemanusiaan juga memicu banyak orang di dunia melakukan aksi dan gerakan seperti Boycott, Divestment, Sanction (BDS) terhadap produk Israel.

Peluru Yang Merusak Tubuh

Tentara Israel menggunakan peluru ‘dumdum’ atau peluru kupu-kupu. Sebuah peluru yang ketika ditembakkan akan berkembang bak bunga mekar. Ukurannya akan membesar sehingga membuat luka parah dan melebar.

“Peluru dumdum ketika ditembakkan, akan merusak bagian tubuh. Misalnya, ditembakkan ke mata maka matanya akan rusak. Bila ditembakkan ke kaki, maka kakinya bisa diamputasi. Mereka melakukan ini sebagai hukuman untuk orang Palestina,” cerita Dhia.

Ia pun bercerita saat berusia 15 tahun, tentara Israel menembakkan peluru ke balkon rumahnya. Peluru itu ukurannya sangat kecil. “Ada sekitar 30 peluru. Alhamdulillah saya tidak apa-apa,” lanjutnya.

“Sedih karena anak kecil banyak yang meninggal, banyak yang ditahan. Aku bahkan nggak tahu itu. Harus lebih aware lagi. Tadi dengar anak-anak yang ditembak dengan peluru kupu-kupu. Tulang bisa remuk. Gimana pengobatannya? Apalagi listrik terbatas. Padahal pasien darurat harus dipantau selama 24 jam,” kata Nisa Lailatun, pengunjung AAW dari Fakultas Keperawatan Unpad.

Blokade Berkepanjangan

Sejak 2007, Israel melakukan banyak blokade. Termasuk blokade ekonomi di Gaza. Sebanyak membuat 82% persen orang tidak memiliki pekerjaan.

Dhia mengatakan, listrik di Gaza pun tidak menyala selama 24 jam. Hanya dua hingga empat jam dalam sehari.

“Saya punya teman di Gaza yang punya anggota 32 orang. Sebanyak 31 orang telah syahid (meninggal),” ujarnya.

Dari cerita Dhia, di Tepi Barat terdapat banyak millitary check point. Warga Palestina terkadang diminta untuk kembali lagi, dipermalukan, bahkan ditembak. Terdapat 6000 orang yang ditahan di penjara. Tidak diketahui nasibnya bagaimana.

“Kami percaya sebagai warga Palestina bahwa kami juga punya hak asasi manusia. Sama seperti orang di berbagai negara. Tapi, kenapa kami tidak memiliki hak hidup sebagai manusia yang sama?” tanya Dhia saat talkshow berlangsung.

Mengenai AAW

Al Aqsha Awareness Week, festival tahunan festival tahunan yang diselenggarakan oleh Solidarity of Muslim for Al Quds Retaken (SMART171). Dari tanggal 7-11 Oktober 2019, AAW akan memberikan edukasi mengenai sejarah, budaya, informasi terkini, serta talkshow.

Berikut rangkaian acara AAW:

-Senin, 7 Oktober 2019 freezmob, orasi, dan puisi Palestina di Brooklyn Timur, Universitas Padjadjaran. Pukul 15.30-17.00.

-Selasa, 8 Oktober 2019 talkshow bersama Dr. Diaa Al Junaidi, Sheikh dari Gaza, Palestina. Tema talkshow ‘Entah Apa yang Merasuki Zionis: Penjajahan Rakyat Palestina’ di Brooklyn Timur, Unpad. Pukul 15.30-17.00.

-Rabu, 9 Oktober 2019 nonton bareng film dokumenter ‘Five Broken Cameras’ tentang kehidupan masyarakat di Palestina di Aula Moestopo, Fakultas Ilmu Komunikasi, Unpad. Pukul 15.30-17.00.

-Kamis, 10 Oktober 2019 talkshow bersama influencer Farah Qoonita dan Sholah Ayub dengan tema ‘Influencing the World through Your Fingertips’ di Aula Moestopo, Fakultas Ilmu Komunikasi, Unpad. Pukul 15.30-17.00.

-Jumat, 1 Oktober 2019 fun run dengan tema Run4Palestine di lingkungan Universitas Padjadjaran. Fun run sekaligus donasi untuk Palestina. Pukul 15.30-17.00.

Narahubung Tim Media AAW:
082117480997 (Fairuz Fildzah)

Comments

comments

Tags: Al Aqsha Awareness WeekPeduli Palestina
Previous Post

Penyintas: Tidak Ada Isu Agama dalam Kerusuhan Wamena

Next Post

Talkshow: “Entah Apa Yang Merasuki Zionis”

Bilal

Next Post
Talkshow: “Entah Apa Yang Merasuki Zionis”

Talkshow: "Entah Apa Yang Merasuki Zionis"

BERITA POPULER

Kisah Perjalanan Palestina Dijajah Israel

Kisah Perjalanan Palestina Dijajah Israel

9 October 2019 08:28
Ragam Kesenian Tradisional Yogyakarta

Ragam Kesenian Tradisional Yogyakarta

4 October 2022 09:04
Orang Sholeh Yang Diam Menyaksikan Kemungkaran Maka Ia Terlaknat

Orang Sholeh Yang Diam Menyaksikan Kemungkaran Maka Ia Terlaknat

29 April 2019 08:25
Cara memperbaiki printer mp287 dengan kode error e03

Cara memperbaiki printer mp287 dengan kode error e03

20 April 2023 09:33
10 Alat Bantu Fotografi yang Wajib Diketahui Pemula

10 Alat Bantu Fotografi yang Wajib Diketahui Pemula

28 August 2023 14:39
Riwayat Keturunan Thomas Matulessy di Hulaliu-Hatuhaha

Riwayat Keturunan Thomas Matulessy di Hulaliu-Hatuhaha

16 May 2018 10:36

BERITA TERBARU

Peduli Anak Stunting, TPPKK Tanah Datar Bangun MCK Untuk Keluarga Stunting

Peduli Anak Stunting, TPPKK Tanah Datar Bangun MCK Untuk Keluarga Stunting

9 January 2026 09:56
Sambut Wajib Sertifikasi Halal 2026, IHW Saran Masa Berlaku Empat Tahun

Sambut Wajib Sertifikasi Halal 2026, IHW Saran Masa Berlaku Empat Tahun

4 January 2026 21:30
Bidan di Daerah Pedalaman: Pilar Kesehatan Ibu dan Bayi di Wilayah Terpencil

Bidan di Daerah Pedalaman: Pilar Kesehatan Ibu dan Bayi di Wilayah Terpencil

4 January 2026 21:25
GMP Kutuk Pembunuhan di Depok: Tak Boleh Ada Impunitas, PUSPOM TNI AL Wajib Turun Tangan

GMP Kutuk Pembunuhan di Depok: Tak Boleh Ada Impunitas, PUSPOM TNI AL Wajib Turun Tangan

3 January 2026 11:17

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Peduli Anak Stunting, TPPKK Tanah Datar Bangun MCK Untuk Keluarga Stunting

Peduli Anak Stunting, TPPKK Tanah Datar Bangun MCK Untuk Keluarga Stunting

9 January 2026 09:56
Sambut Wajib Sertifikasi Halal 2026, IHW Saran Masa Berlaku Empat Tahun

Sambut Wajib Sertifikasi Halal 2026, IHW Saran Masa Berlaku Empat Tahun

4 January 2026 21:30
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia