• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Featured

MUI Jatim: Penghilangan Istilah Kafir, Keberhasilan Kelompok Liberal

by Bilal
2 March 2019 15:37
in Featured, Nasional, Peristiwa
0
MUI Jatim: Penghilangan Istilah Kafir, Keberhasilan Kelompok Liberal

MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur KH. Muhammad Yunus mengkritik usulan tidak menggunakan sebutan kafir untuk warga negara Indonesia yang beragama non-Islam.

Usulan itu menyeruak di Komisi Maudluiyah pada Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2019 di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, Kamis (28/2) lalu.

Menurut Kiyai Yunus, keputusan tersebut adalah keputusan yang tidak perlu dan mengada-ada.

“Indikator seorang muslim yang baik adalah meninggalkan perbuatan yang tidak perlu. Keputusan itu menunjukkan kelemahan cara berpikir untuk menegakkan akidah. Padahal orang Nasrani mereka juga menyebut non-Nasrani sebagi kafir. Tetapi kenapa, justru kita mempersoalkan itu, padahal terminologi kafir terdapat di dalam Al Quran dan Hadits,” kata kepada wartawan, Sabtu (2/3/2019)

Lanjut Kiyai Yunus, keputusan tersebut juga akan melemahkan strategi perjuangan umat islam. Lebih dari itu, istilah kafir dianggap mengandung unsur kekerasan teologis. Padahal, upaya menghilangkan terminologi kafir di dalam Qur’an, adalah upaya untuk merongrong akidah.

“Akan banyak implikasi-implikasi yang lain dari dihilangkannya istilah kafir dalam Al Qur’an, yakni merusak terhadap pemaknaan kitab suci. Terlebih kata kafir banyak terdapat di dalam al Qura’n untuk menjelaskan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah,” paparnya.

Kiyai Yunus menjelaskan upaya menghilangkan istilah kafir adalah keberhasilan kelompok liberal mengembangkan pemikiran Sepilisnya. (Sekulerisme, Pluralisme, dan Liberalisme) untuk mempengaruhi pemikiran para ulama dan kiai di Nahdlatul Ulama (NU) dalam mengambil keputusan penting.
“Saya melihat kelompok liberal ini sudha mendapatkan tempat di ormas terbesar itu, padahal kelompok liberal adalah corong-corong liberal, sehingga kepentingan-kepentingan bisa dmasukan ke dalam keputusan-keputusan yang penting, seperti keputusan Bahtsul masail,” tandasnya. (bilal)

Comments

comments

Previous Post

Mesir Akan Buka Perlintasan Rafah untuk Jamaah Umroh Gaza

Next Post

API Siap Jaga Suara Warga Muhammadiyah untuk Prabowo-Sandi

Bilal

Next Post
API Siap Jaga Suara Warga Muhammadiyah untuk Prabowo-Sandi

API Siap Jaga Suara Warga Muhammadiyah untuk Prabowo-Sandi

BERITA POPULER

MUI Jatim: Penghilangan Istilah Kafir, Keberhasilan Kelompok Liberal

MUI Jatim: Penghilangan Istilah Kafir, Keberhasilan Kelompok Liberal

2 March 2019 15:37
Ragam Kesenian Tradisional Yogyakarta

Ragam Kesenian Tradisional Yogyakarta

4 October 2022 09:04
Cara memperbaiki printer mp287 dengan kode error e03

Cara memperbaiki printer mp287 dengan kode error e03

20 April 2023 09:33
10 Alat Bantu Fotografi yang Wajib Diketahui Pemula

10 Alat Bantu Fotografi yang Wajib Diketahui Pemula

28 August 2023 14:39
Orang Sholeh Yang Diam Menyaksikan Kemungkaran Maka Ia Terlaknat

Orang Sholeh Yang Diam Menyaksikan Kemungkaran Maka Ia Terlaknat

29 April 2019 08:25
noor-azhari

Kasus Pagar Laut Tangerang dan Indikasi Kejahatan Struktural SDA

19 January 2026 12:32

BERITA TERBARU

Transfer Ilmu ke Gen Z, Pelaku Industri IT Semarang Sharing Insight Bersama Qwords

Transfer Ilmu ke Gen Z, Pelaku Industri IT Semarang Sharing Insight Bersama Qwords

22 January 2026 19:40
Forjim Jajaki Kerjasama dengan Pusat Kebudayaan Turki

Forjim Jajaki Kerjasama dengan Pusat Kebudayaan Turki

22 January 2026 11:21
noor-azhari

Kasus Pagar Laut Tangerang dan Indikasi Kejahatan Struktural SDA

19 January 2026 12:32
Peduli Anak Stunting, TPPKK Tanah Datar Bangun MCK Untuk Keluarga Stunting

Peduli Anak Stunting, TPPKK Tanah Datar Bangun MCK Untuk Keluarga Stunting

9 January 2026 09:56

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Transfer Ilmu ke Gen Z, Pelaku Industri IT Semarang Sharing Insight Bersama Qwords

Transfer Ilmu ke Gen Z, Pelaku Industri IT Semarang Sharing Insight Bersama Qwords

22 January 2026 19:40
Forjim Jajaki Kerjasama dengan Pusat Kebudayaan Turki

Forjim Jajaki Kerjasama dengan Pusat Kebudayaan Turki

22 January 2026 11:21
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia