Oposisi Aljazair Tolak Penundaan Pemilu

MEDIAHARAPAN.COM, Algier – Tokoh oposisi Aljazair pada hari Rabu (14/3) menyuarakan penolakan terhadap keputusan Presiden Abdelaziz Bouteflika untuk menunda pemilihan presiden yang dijadwalkan.

Awal pekan ini, Bouteflika yang berusia 82 tahun mengumumkan bahwa Pemilu – yang semula dijadwalkan untuk April – akan ditunda ke tanggal berikutnya, belum diputuskan.

Dia juga mengumumkan keputusannya untuk mencabut pencalonannya dari pemilihan mendatang.

Pengumuman mengejutkan itu terjadi setelah beberapa minggu berlangsung demonstrasi besar – di berbagai bagian negara itu, termasuk di ibu kota Aljazair – terhadap niat Bouteflika yang menyatakan akan mencalonkan diri untuk masa jabatan kelima.

Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan Rabu, beberapa kelompok oposisi menolak keputusan itu, dengan mengatakan langkah itu merupakan perpanjangan de facto masa jabatan keempat Bouteflika.

Pada bulan Februari, Front Pembebasan Nasional yang berkuasa di Aljazair menominasikan Bouteflika, yang telah memerintah Aljazair sejak 1999, mencalonkan diri untuk masa jabatan presiden kelima.

Sebelumnya, tokoh-tokoh oposisi telah mendesak pemimpin yang menua itu, yang pada 2013 menjalani perawatan karena pembekuan darah di otak, untuk menahan diri dari bersaing dalam pemilu.

“Otoritas saat ini [yaitu, Bouteflika dan pemerintahnya] tidak memenuhi syarat untuk memimpin periode transisi,” demikian bunyi pernyataan oposisi pada hari Rabu.

“Mereka tidak dapat tetap berkuasa bertentangan dengan konstitusi Aljazair dan kehendak rakyat,” katanya menambahkan.

Kelompok-kelompok oposisi juga mendesak masyarakat untuk terus menggelar demonstrasi anti-Bouteflika dan anggota parlemen yang “jujur ​​dan rasional” untuk mundur dari majelis.

Pernyataan hari Rabu ditandatangani oleh sejumlah tokoh oposisi terkemuka, termasuk mantan Perdana Menteri Ali Benflis dan mantan Menteri Informasi Abdelaziz Rihabi. (Anadolu/bilal)

Comments

comments