• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Featured

Orang Betawi & Perhimpoenan Kaoem Betawi dalam Lintas Sejarah

Diskusi ini menghadirkan dua pembicara wanita, Dr. Halimatusa'diah, M.Si dan Dr. Siswantari Sijono, M.Hum.

by Bilal
20 July 2019 20:05
in Featured, Seni Budaya
0
Orang Betawi & Perhimpoenan Kaoem Betawi dalam Lintas Sejarah

MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Perkumpulan Betawi Kita yang selama ini konsisten menggulirkan semangat maen pikiran di Betawi, kembali menggelar diskusi (seri ke-33) pada 21 Juli 2019. Acara yang bertempat di Zona Embrio, Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan ini menghadirkan dua pembicara wanita, Dr. Halimatusa’diah, M.Si dan Dr. Siswantari Sijono, M.Hum.

Pembicara pertama, Halimatusa’diah peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengulas tentang Menjadi Orang Betawi. Lalu, Siswantari, dosen Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Budaya yang akan mengulas tentang Perhimpoenan Kaoem Betawi.

Menjadi Orang Betawi

Halimatusa’diah dalam diskusi ini akan memaparkan hasil penelitiannya (disertasi) yang berjudul Menjadi Orang Betawi. Dalam makalahnya, Halimah memberi judul Menjadi Orang Betawi: Mengungkap ‘Rasa’, Membangun Makna. Sebuah telaah pengalaman komunikasi individu bicultural di Jakarta.

Halimatusa’diah yang merupakan peneliti Kajian Komunikasi Antarbudaya Puslit Masyarakat dan Budaya LIPI membuka diskusinya dengan bercerita tentang pernikahan yang dilakukan orang Betawi dengan etnis lain. Lalu, melahirkan generasi-generasi baru yang mewarisi identitas-identitas yang dimiliki kedua orang tuanya, namun anak-anak dari hasil pernikahan etnis ini banyak yang tidak merasa sebagai anak Betawi atau sebagai anak dari etnis orang tuanya.

“Jika hal terjadi maka dikhawatirkan budaya Betawi kehilangan pendukungnya. Ujung-ujungnya budaya Betawi bisa punah.” jelas Koordinator Betawi Kita, Roni Adi dalam keterangannya.

Di tengah kegelisahan orang Betawi akan ancaman atas eksistensi dan pendukung budayanya, justru ditemukan individu-individu yang terlahir dari pernikahan antaretnis di Jakarta, mengidentifikasi dirinya sebagai Orang Betawi.

Seperti dikemukakan Knorr (2014: 195), “Young people in Jakarta also tend to describe themselves as Betawi”. Menurut Knorr, selain dikenal sebagai kelompok etnik lokal Jakarta, Betawi juga telah menjadi pilihan bagi pemuda-pemuda migran yang lahir di Jakarta untuk mengidentifikasi dirinya.

Fenomena ini menarik untuk diteliti, mengingat dalam beberapa kasus seperti yang telah peneliti uraikan sebelumnya, anak-anak hasil perkawinan antaretnis di Betawi justru mengidentifikasi dirinya dengan identitas etnik orang tuanya yang lebih unggul, dan bahkan malu mengakui identitasnya sebagai Orang Betawi (Shahab, 1997).

Anak-anak dari hasil perkawinan antaretnis yang mengidentifikasi diri sebagai Betawi ini dapat digambarkan sebagai individu bicultural, yakni individu yang identitasnya terdiri dari dua warisan budaya/warisan rasial dengan satu orang tua dari satu kelompok etnis/ras tertentu dan orang tua lainnya dari kelompok etnis/ras lain yang berbeda (Renn, 2004; Root, 2001).

Perhimpoenan Kaoem Betawi

Menurut Siswantari, Perhimpoenan Kaoem Betawi merupakan perkumpulan politik pertama dari masyarakat Betawi yang menggunakan nama Betawi sebagai identitasnya. Hal ini merupakan tonggak bagi perkembangan masyarakat Betawi karena sebelum itu masyarakat Betawi lebih banyak menyebut dirinya berdasarkan identitas tempat tinggal mereka, seperti “Orang Kemayoran”, Orang Kebayoran”, “Orang Tambun”, “Orang Depok”, dan lain-lain.

Selama ini berdasarkan beragam referensi dikatakan bahwa Perhimpoenan Kaoem Betawi merupakan organisasi kecil, yang tidak berlangsung lama, dan berakhir pada tahun 1930-an, saat fusi dengan Parindra. Siswantari tidak sepakat dengan pendapat
tersebut.

“Dari data yang didapatnya, ternyata Perhimpoenan Kaoem Betawi tetap eksis sampai dengan masa akhir Hindia Belanda.” ujar Roni

Berbagai kegiatan telah dilakukan organisasi ini. Hal itu dapat dilihat dari majalah terbitan organisasi ini yaitu Tjahaja Betawi dan Berita Kaoem Betawi.

“Dari terbitan berkala ini penulis mendapat informasi tentang gerakan Perhimpoenan Kaoem Betawi yang tetap aktif menjalankan aktivitasnya sampai masa akhir Hindia Belanda.” kata Roni. (bilal)

Comments

comments

Tags: Betawi Kita
Previous Post

IAIN BATUSANGKAR KEMBALI BANGUN GEDUNG AUDITORIUM DAN PUSAT KEGIATAN MAHASISWA

Next Post

BI Diminta Tegas Soal Kasus Mandiri

Bilal

Next Post
BI Diminta Tegas Soal Kasus Mandiri

BI Diminta Tegas Soal Kasus Mandiri

BERITA POPULER

Orang Betawi & Perhimpoenan Kaoem Betawi dalam Lintas Sejarah

Orang Betawi & Perhimpoenan Kaoem Betawi dalam Lintas Sejarah

20 July 2019 20:05
Ragam Kesenian Tradisional Yogyakarta

Ragam Kesenian Tradisional Yogyakarta

4 October 2022 09:04
Cara memperbaiki printer mp287 dengan kode error e03

Cara memperbaiki printer mp287 dengan kode error e03

20 April 2023 09:33
10 Alat Bantu Fotografi yang Wajib Diketahui Pemula

10 Alat Bantu Fotografi yang Wajib Diketahui Pemula

28 August 2023 14:39
Orang Sholeh Yang Diam Menyaksikan Kemungkaran Maka Ia Terlaknat

Orang Sholeh Yang Diam Menyaksikan Kemungkaran Maka Ia Terlaknat

29 April 2019 08:25
noor-azhari

Kasus Pagar Laut Tangerang dan Indikasi Kejahatan Struktural SDA

19 January 2026 12:32

BERITA TERBARU

noor-azhari

Kasus Pagar Laut Tangerang dan Indikasi Kejahatan Struktural SDA

19 January 2026 12:32
Peduli Anak Stunting, TPPKK Tanah Datar Bangun MCK Untuk Keluarga Stunting

Peduli Anak Stunting, TPPKK Tanah Datar Bangun MCK Untuk Keluarga Stunting

9 January 2026 09:56
Sambut Wajib Sertifikasi Halal 2026, IHW Saran Masa Berlaku Empat Tahun

Sambut Wajib Sertifikasi Halal 2026, IHW Saran Masa Berlaku Empat Tahun

4 January 2026 21:30
Bidan di Daerah Pedalaman: Pilar Kesehatan Ibu dan Bayi di Wilayah Terpencil

Bidan di Daerah Pedalaman: Pilar Kesehatan Ibu dan Bayi di Wilayah Terpencil

4 January 2026 21:25

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

noor-azhari

Kasus Pagar Laut Tangerang dan Indikasi Kejahatan Struktural SDA

19 January 2026 12:32
Peduli Anak Stunting, TPPKK Tanah Datar Bangun MCK Untuk Keluarga Stunting

Peduli Anak Stunting, TPPKK Tanah Datar Bangun MCK Untuk Keluarga Stunting

9 January 2026 09:56
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia