MEDIAHARAPAN.COM, Batusangkar-Tanah Datar, Lingkungan yang kotor dan sanitasi yang buruk meningkatkan risiko anak terkena penyakit infeksi, seperti diare, cacingan, dan infeksi saluran pernapasan. Penyakit-penyakit tersebut membuat tubuh anak sulit menyerap zat gizi dari makanan yang dikonsumsi. Akibatnya, meskipun anak sudah makan, gizinya tidak terserap dengan baik sehingga pertumbuhannya terhambat.
Selain itu, kurangnya akses air bersih dan kebiasaan hidup tidak sehat, seperti tidak mencuci tangan dengan sabun atau buang air besar sembarangan, dapat menyebabkan infeksi berulang. Infeksi yang terjadi terus-menerus dalam jangka panjang berkontribusi pada kekurangan gizi kronis, yang menjadi penyebab utama stunting.
Hal itu disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TPPKK) Tanah Datar Ny.Lise Eka Putra ketika serah terima tempat Mandi, Mencuci dan Kakus (MCK) atau jamban sehat bagi keluarga terindikasi stunting di Kecamatan Tanjung Emas dan Kecamatan X Koto, Kamis (08/01/2026).
Disebutkan Ny. Lise Eka Putra stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun. Anak yang mengalami stunting memiliki tinggi badan lebih rendah dibandingkan anak seusianya. Namun, dampak stunting tidak hanya terlihat dari pertumbuhan fisik, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak, kecerdasan, dan daya tahan tubuh anak.
“Stunting umumnya disebabkan oleh asupan gizi yang tidak mencukupi, pola asuh yang kurang tepat, sanitasi lingkungan yang buruk, serta kurangnya akses terhadap pelayanan kesehatan. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko anak mudah sakit, mengalami kesulitan belajar, dan menurunkan produktivitas saat dewasa nanti,”ucapnya.
Ditambahkan Ny. Lise Eka Putra, upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pemberian gizi seimbang, ASI eksklusif, makanan pendamping ASI yang bergizi, serta menjaga kebersihan lingkungan merupakan langkah penting untuk mencegah stunting. Dengan kerja sama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah, stunting dapat dicegah demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Guna mendukung upaya mencegah dampak yang lebih buruk, serta meningkatkan kesadaran masyarakat, tentang pentingnya pola hidup bersih dan sehat, TPPKK menggandeng BAZNAS dan Dinas Pekerjaan Umum berinisiasi membangun MCK di rumah-rumah keluarga yang terindikasi stunting dan belum memiliki MCK serta sanitasi air bersih yang layak.

Disamping membangun MCK bagi keluarga yang terindikasi stunting ini, juga diberikan makanan pendamping ASI yang bergizi, bagi anak balita yang terindikasi stunting dari BAZNAS Tanah Datar sebanyak 12 orang anak balita untuk jangka waktu 3 bulan kedepan.
Salah satu orang tua penerima manfaat di Nagari Saruaso Kecamatan Tanjung Emas, Hendri sampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah dan TPPKK Tanah Datar yang telah peduli dengan keluarganya yang telah memberikan bantuan pembangunan MCK serta makanan tambahan bergizi bagi balita.
Hal senada juga disampaikan warga Jorong Tabu Barayia Nagari Paninjauan yang mengungkapkan rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada TPPKK Tanah Datar dan pemerintah daerah yang telah peduli dengan masyarakat yang kurang mampu dengan membangun MCK yang layak dan bantuan makanan bergizi pendamping ASI bagi balita ini.
Turut mendampingi serah terima MCK tersebut Kadis PMDPPKB, Dinas PUPR dan Pertanahan, Sekretariat dan Pokja IV TPPKK Tanah Datar, Camat Tanjung Emas, Camat X Koto, Nakes Puskesmas dan perangkat nagari setempat. (Fan)










