MEDIAHARAPAN.COM, Batusangkar, Sumatera Barat-Tatanan Normal Baru Produktif Aman Covid atau istilah lain new normal adalah masa dimana masyarakat menjalani kehidupan baru yang sesuai dengan protokol kesehatan pasca berakhirnya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan pemerintah beberapa waktu lalu.
Memasuki tatanan normal baru yang produktif dan aman dari wabah covid-19 ini menuntut kita untuk lebih mendisiplinkan diri dengan protokol kesehatan seperti kebiasaan hidup bersih, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker jika sedang beraktifitas di luar rumah, mengkonsumsi makanan bergizi, berolah raga dan menjaga jarak (psycal distancing).
Pasca PSBB resmi ditutup pemerintah, masyarakat memasuki era baru dengan tatanan baru, kebiasaan baru yang lebih produktif berdampingan dengan covid-19. Tatanan normal baru produktif aman covid istilah yang di familiarkan ditengah-tengah masyarakat, namun belum juga tentu aman jika kita tidak mau mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.
Seperti dikatakan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Tanah Datar Suhermen saat mengunjungi masjid-masjid jelang pelaksanaan Ibadah Shalat Jum’at bersama Kasatpol PP Yusnen, Kabag Kesra Afrizon dari unsur Forkopimda dan beberapa pejabat daerah Jum’at (12/06).
“Semenjak tanggal 8 Juni yang lalu di Provinsi Sumatera Barat Pemprov telah menetapkan istilah tatanan kehidupan yang baru pasca ditutupnya PSBB, dan hal itu belum sepenuhnya dipahami masyarakat, bukan berarti covid itu habis atau selesai, kita bebas bertemu, bertatap muka, berhubungan sosial dan sebagainya, “ucap Suhermen.
Dikatakan Suhermen pada saat ini kita harus mendisiplinkan diri mematuhi protokol kesehatan seperti halnya beribadah di masjid, jika kurang sehat badan, tidak pakai masker, atau tidak mematuhi aturan prorokol kesehatan di masjid sebaiknya beribadah di rumah saja.
“Alhamdulillah di masjid-masjid yang sudah menyediakan peralatan sesuai protokol kesehatan dan mengatur jarak sehingga aman dalam beribadah, kalau kita sudah dimasa tatanan normal baru ini jangan sampai kembali kemasa PSBB karena ketidak disiplinan kita mematuhi imbauan pemerintah mengikuti protokol kesehatan,”sampainya.
Kepala Bagian Kesra Setda Tanah Datar Afrizon mengatakan saat ini pemerintah daerah bersama forkopimda turun ke madjid-masjid melakukan monitoring guna memantau langsung pelaksanaan ibadah, hal ini sesuai dengan SE Menteri Agama RI dan Maklumat MUI Nomor 06 tahun 2020 pasca PSBB.
“Saat ini kita turun ke masjid-masjid terutama diwilayah perkotaan, seperti Masjid Al-Amin Dobok, Masjid Raya Lantai Batu dan Masjid Muhammadiyah, alhamdulillah dari hasil pemantauan masjid-masjid tersebut sudah menerapkan protokol kesehatan, diantaranya jamaah memakai masker, adanya himbauan, jarak dalam bersyaf, dan adanya perlengkapan mencuci tangan, “ucapnya.
Afrizon menyebut saat ini dari 323 masjid yang ada, baru yang ditinjau masjid diseputaran kota Batusangkar, sementara dari informasi penyuluh agama kantor Kementerian Agama Tanah Datar dari data masjid yang ada sudah mendekati 67 persen yang sudah menerapkan protokol kesehatan dan saat ini sudah melaksanakan ibadah Shalat Jumat. (Irfan F)






