MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta -Asap hitam mengepul tebal dari cerobong mobil pembakar narkoba milik BNN di halaman Polda Metro Jaya, Kamis (2/3/2017).
Ribuan barang bukti narkoba berbagai jenis itu, merupakan hasil tangkapan Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya (PMJ) selama bulan Januari hingga Februari 2017.
Namun, sejumlah warga yang ada di sekitar lokasi pemusnahan narkoba, mengeluhkan asap tebal yang menyebar tak tentu arah.
“Seharusnya ditempat terbuka, di lapangan. Atau jauh dari keramaian,” timpal seorang warga, Egi Suni, yang tengah mengurus surat-surat kendaraannya.
Salah satu wartawan yang meliput, Rizki, pun menutupi hidung dan mulutnya, saat kepulan asap hitam hasil pembakaran narkoba mengarah ke bawah.
Sebagian aparat kepolisian ada yang mengenakan masker dan tidak dilindungi pelindung pernapasan. Hal itu cukup disesalkan Rizki.
“Yang seperti ini kelihatannya tidak diprediksi petugas. Selain lokasi yang kurang representatif, tidak disediakan masker untuk melindungi pernapasan dari asap,” sesalnya.
Wartawan lainnya, Ahmet, berharap hal ini menjadi bahan evaluasi pihak kepolisian saat menggelar kegiatan serupa. Mengingat, barang bukti yang dimusnahkan diketahui cukup banyak. Sehingga, asap yang dihasilkan pun tidak sedikit.
“Apalagi, kondisi angin yang tidak menentu di musim penghujan seperti ini. Ini perlu dievaluasi, supata tidak terjadi lagi,” imbuhnya.
Seperti diketahui, Dit Resnarkoba PMJ memusnahkan ribuan narkoba berbagai jenis di saat yang bersamaan, Kamis siang.
Selain barang bukti narkoba polisi juga mengamankan 18 bandar serta menembak mati lima tersangka akibat melawan petugas saat hendak diamankan. (Goeh Gorbachev).





