Polres Solok Kota Berhasil ungkap Kasus Pembakaran Ruko

MEDIAHARAPAN.COM, Kota Solok – Kepolisian Resort (Polres) Solok Kota menggelar konfrensi pers terkait pengungkapan kasus peristiwa kebakaran yang menghanguskan Bangunan Ruko CFC (California Fried Chicken) Taman Syeh Kukut Kota, di Mapolres Solok Kota, Senin (25/6/2018).

Bahkan, tidak hanya bangunan CFC itu saja yang dibakar tersangka, pada peristiwa naas yang terjadi sekira pukul 03.00 WIB dini hari, Kamis 21 Juni 2018 itu, Pasar Raya Solok juga turut ingin diberanguskannya. Beruntung Polres Solok Kota segera mendapatkan informasi hingga dengan bermodalkan racun api, niat tersangka membakar pusat perkulakan masyarakat Solok dan sekitarnya itu berhasil digagalkan dan tidak menimbulkan kerugian karena api cepat dipadamkan. Sementara CFC diperkirakan menderita kerugian sebesar kurang lebih 200 juta rupiah.

Dalam paparannya, Kapolres AKBP Dony Setiawan,S.I.K,MH menjelaskan, berinisial RY (22 tahun) yang merupakan juru parkir di area taman yang teletak di pusat Kota Beras Serambi Madinah itu, mengaku melakukan pembakaran bangunan restoran tersebut atas dorongan rasa dendam dan sakit hati, karena di hari sebelumnya Rabu, tanggal 20 Juni 2018 sekitar pukul 21.30 WIB tersangka meminta air minum kepada karyawan CFC di Taman Syeh Kukut, namun pada saat itu tidak diberi oleh karyawan tersebut.

Dijelaskan AKBP Dony, penangkapan tersangka berawal setelah mendapat informasi dari pihak pasar terkait adanya sosok laki-laki yang diduga sebagai pelaku dan kemudian dilakukan identifikasi hingga Jumat sore tim berhasil memperoleh identitas tersangka.

Dua hari setelah peristiwa, Kemudian, Sabtu (23/6), tim Polres Solok Kota berhasil meringkus Tersangka di kediamannya Jln.Kapau Kampung Jawa Tanjung Harapan Kota Solok. Saat dilakukan pengangkapan, tersangka RY mengakui perbuatan yang mengakibatkan bangunan Resto CFC di Taman Syeh Kukut itu hangus diamuk si jago merah. Atas perbuatannya itu Tersangka terjerat pasal 187 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan penjara selama dua belas tahun.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan menerangkan, modus operasi tersangka dengan membakar tutup ember tempat sampah CFC yang terbuat dari Plastik sampai menyala dengan menggunakan korek Api Gas (Cricket). Setelah menyala kemudian pelaku meninggalkan TKP dan melemparkan korek api ke tempat sampah tersebut.

Di TKP, ember tempat sampah yang terbuat dari Plastik tersebut tersusun rapi sebanyak empat tingkat memenuhi sepanjang bagian belakang CFC dan di balik tembok tempat sampah yang dibakar tersebut terdapat tabung gas yang masih berisi yang digunakan untuk operasional CFC.

Setelah membakar tempat sampah di CFC kemudian tersangka berjalan menuju pasar Kota Solok menuju lantai 2 blok A, kemudian pelaku membakar terpal plastik di tangga tersebut dengan meggunakan korek api gas tersangka yang kedua,
Setelah itu tersangka berjalan menuju blok C dan di tempat tersebut pelaku juga membakar tempat sampah yang ada di Blok C Pasar Kota Solok, namun pada lokasi pasar Raya Kota Solok api cepat dapat diketahui dan segera cepat dapat dipadamkan.
Bersama pelaku, barang bukti yang diamankan kepolisian berupa satu buah pecahan Tabung Gas, satu buah Ember Plastik Warna Putih (sampel), serta baju dan topi yang dikenakan tersangka saat melakukan aksinya.

Saat diwawancarai oleh alumni Akpol tahun 2000 itu dihadapan para awak media, tersangka mengaku sebelum melakukan aksi pembakaran bangunan Restoran CFC dan Pasar Raya itu, tersangka sempat ngelem (menghisap Lem) selama kurang lebih 1 jam, sekira pukul 22.00 WIB.

Atas keberhasilan pengungkapan kasus pembakaran Bangunan CFC dan Pasar Raya tersebut, Walikota Solok Zul Elfian dan Ketua DPRD Yutris Can,SE sangat mengapresiasi jajaran Kepolisian Resort (Polres) Solok Kota yang dikomandoi oleh Kapolres AKBP Dony Setiawan,S.I.K,MH dan Wakapolres Kompol Sumintak,SH, TNI beserta Dinas terkait, sehingga untuk pertama kalinya kasus pembakaran Pasar Raya ini bisa diungkap, apalagi dalam kurun waktu yang sangat singkat. [Amel]

Comments

comments