MEDIAHARAPAN.COM Jakarta – Jelang kedatangan Raja Arab Saudi,Salman Bin Abdul Aziz Al Saud kunjungannya ke Indonesia,Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, mengatakan, pihaknya akan mengerahkan sebanyak 1.000 personel untuk menjaga keamanan Raja Salman dan rombongan selama mereka ada di Indonesia, pada 1-9 Maret.
Meski dalam kunjungan resminya sebagai tamu negara Raja Salman hanya tiga hari, mulai 1-3 Maret, namun pada saat berlibur ke Bali pada 4-9 Maret, pengamanan maksimal kepada dia dan rombongan tetap diberlakukan.
“Di Jakarta dan Bali, kata dia, dikerahkan masing-masing sekitar 1.000 polisi,” ujar Tito usai memberangkatkan peserta Napak Tilas mahasiswa STIK-PTIK, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (27/2/2017).
Sesuai UU Nomor 34/2004 tentang TNI, lapis pertama (biasa disebut “ring 1”) pengamanan kepala negara dan/atau kepala pemerintahan dalam kunjungan resmi ada di tangan TNI.
Pasukan Pengamanan Presiden Markas Besar TNI yang akan melaksanakan tugas dan tanggung jawab itu. Khusus untuk pengamanan pengawalan kepala negara/kepala pemerintahan selama di Indonesia dalam kunjungan resmi kenegaraan, terdapat Grup C Pasukan Pengamanan Presiden Markas Besar TNI, yang dipimpin seorang kolonel.
“Untuk polisi, berada di ‘ring 3’ dalam pengamanan kunjungan itu dan kami habis-habisan, siap mengamankan mereka selama di Indonesia,” kata Karnavian,selain itu Kapolri juga menjelaskan soal bom panci yang meledak di Bandung tidak ada kaitannya dengan kunjungan Raja Salman.(Bams)






