• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Khazanah Tausiyah

Puasa Ramadan itu Berserah Diri

by Media Harapan
31 May 2019 19:35
in Tausiyah
0
Puasa Ramadan itu Berserah Diri

Oleh: Imam Shamsi Ali

Substansi dari keislaman itu adalah “al-istislam at-taam” (berserah diri secara totalitas) kepada Allah SWT. Dengan berserah diri secara totalitas inilah yang diimplementasikan dalam “at-thoo’ah at-taammah” (ketaatan penuh) seorang Muslim akan mencapai state of “as-salaam at-taam” (comprehensive peace).

Dalam perspektif agama semua yang ada (maujuud) hanya ada (exist) karena Dia yang Al-wujuudul Mutlaq (Maha Ada). Dia adalah sumber dari segalanya. Dia yang mengadakan yang tiada, mencipta, mengatur, memiliki, menguasai secara mutlak.

Keyakinan seperti itulah yang membangun kesadaran “istislam” (submission) yang mutlak. Bahwa memang Allah yang menjadi pusat segala sesuatu dalam hidup dan kuasa Dia pulalah yang berlaku.

Untuk itu sikap kita satu-satunya hanyalah: sami’na wa atho’na (setelah kita dengar maka kita taati) segala keputusanNya. Kita laksanakan perintah-perintahNya dan kita hindarkan larangan-laranganNya.

Dan seorang Mukmin akan merasa tidak pantas sama sekali ketika Allah dan Rasulnya telah menetapkan tentang sesuatu lalu merasa bahwa ketetapan mereka lebih baik daripada keputusan Allah dan RasulNya.

Seorang Mukmin akan selalu menyadari akan kemaha sempurnaan Allah dan kesempurnaanNya dalam mengambil keputusan apapun itu. Lebih dari itu akan menyadari bahwa “Allah itu Maha Tahu dan mereka tidak tahu”.

Secara umum manusia terbagi dua dalam penolakan kepada agama. Ada yang memang karena tidak tahu (dhoollin) dan ada yang mengetahuinya tapi menolaknya karena arogansi dan alasan lainnya.

Golongan kedua ini dikategorikan sebagai golongan yang mendapatkan amarah (maghdhuub alaihim).

Dalam pandangan Islam keduanya tetap dinilai sebagai kesalahan. Walaupun “ad-dhoollin” (sesat karena tidak tahu) sebagai alasan. Tapi alasan tidak tahu itu tidak akan bisa melepaskannya dari tanggung jawab.

Sebagai ilustrasi, jika ada seorang turis datang ke kota New York mengendarai mobil. Karena aturan lalulintas di kita New York sangat “complicated” (rumit) maka turis ini melanggar aturan lalulintas. Ketika ditanya oleh polisi dijawabnya tidak tahu.

Jawaban dia ini tdak melepaskannya dari tanggung jawab hukum. Dia tetap ditilang (ticketed) atas pelanggaran itu. Walaupun mungkin polisinya paham kalau orang ini memang tidak tahu aturan New York.

Sementara golongan “yang dimurkai” (al-maghdhuub) adalah mereka yang sudah tahu aturan bahkan sebenarnya mampu melakukannya. Tapi karena faktor-faktor negatif mereka seperti gengsi, arogansi, acuh dan merendahkan, dan seterusnya, mereka tidak mau mengikuti aturan lalu lintas tersebut. Selain ditilang orang semacam ini pasti akan mendapat amarah pula.

Orang beriman yang sesungguhnya tidak akan terjatuh ke dalam dua lobang itu. Lobang kesesatan dan lobang kemurkaan.

Orang beriman akan berusaha dengan segala daya untuk tidak sesat (dengan menuntut ilmu sungguh-sungguh) dan tidak juga ingin terjatuh ke dalam lobang “kemurkaan”. Mereka dengan segala Saya kesungguhan berkata: “sami’na” (kami dengarkan dan pahami) “wa atho’na” (maka kami taa’ti) sepenuh hati.

Puasa Ramadan melatih kita kembali untuk membangun komitmen “sami’na wa atho’na” itu. Umat ini tidak pernah dan tak akan memperatanyakan keputusan Allah atas larangan makan, minum dan hubungan suami isteri di siang hari. Respon mereka hanya: “we hear, so we obey”. (Kami dengar. Karenanya kami taati).

Puasa melatih kita untuk membangun keislaman yang hakiki. Keislaman yang dibangun di atas asas “penyerahan diri secara total dengan ketaatan sehingga mampu mewujudkan “salaam” (kedamaian) yang sejati dalam hidup. Semoga!

Presiden Nusantara Foundation

Di bulan yang suci ini,
khususnya di sepuluh malam terakhir, kami mengajak semua untuk menjadi bagian dalam membangun pesantren pertama di AS. Berikan donasi terbaik melalui: Rek rupiah:
A.n: Inka Nusantara Madani
Bank BNI Syariah (427) – 887000045
Bank Mandiri (008) – 1240000018185

 

Comments

comments

Tags: #tausiyahRamadhan
Previous Post

Kuasa Hukum Mayjen (Purn) Soenarko Bantah Tuduhan Kepemilikan dan Penyelundupan Senjata

Next Post

Serangan Bom Beruntun Hantam Kirkuk

Media Harapan

Next Post
Serangan Bom Beruntun Hantam Kirkuk

Serangan Bom Beruntun Hantam Kirkuk

BERITA POPULER

Puasa Ramadan itu Berserah Diri

Puasa Ramadan itu Berserah Diri

31 May 2019 19:35
Ragam Kesenian Tradisional Yogyakarta

Ragam Kesenian Tradisional Yogyakarta

4 October 2022 09:04
Cara memperbaiki printer mp287 dengan kode error e03

Cara memperbaiki printer mp287 dengan kode error e03

20 April 2023 09:33
10 Alat Bantu Fotografi yang Wajib Diketahui Pemula

10 Alat Bantu Fotografi yang Wajib Diketahui Pemula

28 August 2023 14:39
Orang Sholeh Yang Diam Menyaksikan Kemungkaran Maka Ia Terlaknat

Orang Sholeh Yang Diam Menyaksikan Kemungkaran Maka Ia Terlaknat

29 April 2019 08:25
noor-azhari

Kasus Pagar Laut Tangerang dan Indikasi Kejahatan Struktural SDA

19 January 2026 12:32

BERITA TERBARU

Transfer Ilmu ke Gen Z, Pelaku Industri IT Semarang Sharing Insight Bersama Qwords

Transfer Ilmu ke Gen Z, Pelaku Industri IT Semarang Sharing Insight Bersama Qwords

22 January 2026 19:40
Forjim Jajaki Kerjasama dengan Pusat Kebudayaan Turki

Forjim Jajaki Kerjasama dengan Pusat Kebudayaan Turki

22 January 2026 11:21
noor-azhari

Kasus Pagar Laut Tangerang dan Indikasi Kejahatan Struktural SDA

19 January 2026 12:32
Peduli Anak Stunting, TPPKK Tanah Datar Bangun MCK Untuk Keluarga Stunting

Peduli Anak Stunting, TPPKK Tanah Datar Bangun MCK Untuk Keluarga Stunting

9 January 2026 09:56

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Transfer Ilmu ke Gen Z, Pelaku Industri IT Semarang Sharing Insight Bersama Qwords

Transfer Ilmu ke Gen Z, Pelaku Industri IT Semarang Sharing Insight Bersama Qwords

22 January 2026 19:40
Forjim Jajaki Kerjasama dengan Pusat Kebudayaan Turki

Forjim Jajaki Kerjasama dengan Pusat Kebudayaan Turki

22 January 2026 11:21
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia