• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Nasional

Regenerasi Kepemimpinan, Ibnu Khajar Jadi Presiden ACT Baru

Ikhtiar ini salah satunya dengan penguatan dan pengembangan organisasi.

by Bilal
2 August 2019 17:08
in Nasional, Peristiwa
0
Dituduh Radikal, ACT: Berita Hoax, Kami Tersertifikasi

MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Kiprah Aksi Cepat Tanggap (ACT) di bidang penanganan bencana, krisis kemanusiaan, dan pembangunan masyarakat telah memasuki tahun ke-14. Mengawali aksinya di ranah kebencanaan, ACT pun berkembang untuk memberikan solusi pada masalah-masalah keumatan dengan semangat kemanusiaan, kedermawanan, dan kerelawanan. Ratusan kabupaten/kota di seluruh provinsi Indonesia dan hampir 70 negara di dunia terdampak krisis dijangkau.

Menginjak usia 14 tahun, ACT senantiasa berikhtiar untuk meluaskan maslahat filantropi untuk masyarakat luas, baik di level nasional maupun global. Ikhtiar ini salah satunya dengan penguatan dan pengembangan organisasi. Hal ini disampaikan oleh Ahyudin, yang kini menjabat sebagai Pembina Yayasan Aksi Cepat Tanggap. Menurutnya, regenerasi menjadi keniscayaan sebuah organisasi yang ingin berkembang pesat.

“Organisasi perlu melakukan dinamisasi untuk penguatan dan pengembangan organisasi. Saat ini, Yayasan ACT tengah melakukan itu,” ungkap Ahyudin, Kamis (1/8) dalam keterangannya.

Bentuk dari penguatan dan pengembangan organisasi itu antara lain adanya regenerasi kepemimpinan ACT. Saat ini, ACT dipimpin oleh Ibnu Khajar, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden ACT.

“Insyaallah semua harapan besar untuk makin memperkuat kontribusi bangsa melayani masyarakat yang terpapar bencana kemanusiaan bisa diemban dengan baik oleh Pak Ibnu Khajar selaku Presiden ACT yang baru karena beliau sudah membersamai ACT selama bertahun-tahun, sehingga tidak ada keraguan,” lanjut Ahyudin.

Ibnu Khajar telah lama berkiprah dalam pengembangan dan penguatan filantropi serta aksi kemanusiaan. Beberapa di antaranya adalah keterlibatannya pada pengelolaan sejumlah departemen di ACT, Disaster Management Institute of Indonesia (DMII)-ACT, dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI). Didukung dengan kuatnya kontribusi Ibnu di bidang tersebut, ia pun diamanahkan sebagai Presiden ACT.

Dengan amanah baru, Ibnu Khajar mengajak seluruh stakeholders ACT untuk menguatkan peran lembaga di kancah nasional maupun global dengan menjalin kolaborasi bersama seluruh unsur masyarakat, baik sipil maupun pemerintahan.

“Saya terima sebuah amanah dari lembaga ini untuk memimpin sebuah lembaga yang telah berjalan selama 14 tahun. ACT, selama kiprahnya, terus membersamai Indonesia dalam setiap aksi kemanusiaan, baik dalam skala nasional maupun global. Harapannya, bangsa ini menjadi sebuah bangsa yang besar. Kami ingin bersama bangsa ini untuk menjadi bangsa yang sangat terdepan dalam menjalani program kemanusiaan,” ungkap Ibnu.

Dalam mewujudkan harapan itu, menurut Ibnu, dibutuhkan kerja keras yang luar biasa dari seluruh elemen masyarakat. Mereka di antaranya publik, komunitas, relawan, korporasi, hingga pemerintah. Bersama seluruh stakeholder-nya, ACT membantu bangsa ini memberikan solusi pada permasalahan umat melalui jalur diplomasi kemanusiaan.

“Maka kami ingin pada waktu terjadi bencana kemanusiaan, bangsa ini, baik pada level pemerintah atau pun pada level masyarakat sipil, dapat bergerak cepat. Kami sangat sadar dan berterima kasih, di antara lembaga-lembaga kemanusiaan, ACT diberikan kesempatan untuk menjadi lembaga terbesar di Indonesia yang membersamai pemerintah melakukan penanganan korban bencana di banyak tempat,” imbuh Ibnu.

Sejak 2005, ACT senantiasa hadir dalam penanganan bencana dalam negeri seperti tsunami Aceh (2004-2005), gempa Yogyakarta (2006), erupsi Gunung Merapi (2010), gempa Pidie Jaya (2016), gempa Lombok (2018), dan gempa, tsunami, serta likuefaksi di Sulawesi tengah (2018). Hingga 2018, aksi-aksi kemanusiaan ini telah menjangkau lebih dari 30 juta penerima manfaat, dengan melibatkan sekitar 250 ribu relawan dan 230 ribu dermawan.

Tahun 2014 lalu menjadi awal bagi ACT untuk menjalin kolaborasi kemanusiaan dunia, bersamaan dengan visi baru: menjadi lembaga kemanusiaan global profesional, berbasis kedermawanan dan kerelawanan masyarakat global. Kini peran itu diikhtiarkan, semakin kuat, bukan hanya atas nama lembaga, melainkan memperkuat posisi bangsa sebagai bangsa yang berkiprah di kemanusiaan.

“Kami juga menyampaikan terima kasih, untuk amanah yang diberikan kepada kami. Hal ini menjadi bukti bahwa kepercayaan publik kepada kami besar atas amanah yang kami tunaikan. Kedua, jangan pernah berhenti peduli karena sesungguhnya kepedulian adalah bagian dari karakter bangsa ini, karakter masyarakat Indonesia,” tutup Ibnu. (bilal)

Comments

comments

Tags: ActIbnu Khajar
Previous Post

Atasi Polusi Jakarta, Presiden Jokowi Dorong Transportasi Berbasis Listrik

Next Post

Kemenag Legalkan LAZIS Wahdah Sebagai LAZ Nasional

Bilal

Next Post
Kemenag Legalkan LAZIS Wahdah Sebagai LAZ Nasional

Kemenag Legalkan LAZIS Wahdah Sebagai LAZ Nasional

BERITA POPULER

No Content Available

BERITA TERBARU

Seruan Bangun Poros ASEAN Sebagai Kekuatan Peradaban Halal Climate

Seruan Bangun Poros ASEAN Sebagai Kekuatan Peradaban Halal Climate

20 June 2026 20:47
Awal Muharam, GNG Salurkan Al-Qur’an Braille di Unpam

Awal Muharam, GNG Salurkan Al-Qur’an Braille di Unpam

16 June 2026 10:37
Pemkab Bogor Janji Buat Surat Edaran Cegah LGBT

Pemkab Bogor Janji Buat Surat Edaran Cegah LGBT

14 June 2026 08:33
Forum Ponpes dan DKM Minta Pemkab Bogor Terbitkan Aturan Pencegahan Sex Menyimpang 

Forum Ponpes dan DKM Minta Pemkab Bogor Terbitkan Aturan Pencegahan Sex Menyimpang 

14 June 2026 08:29

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Seruan Bangun Poros ASEAN Sebagai Kekuatan Peradaban Halal Climate

Seruan Bangun Poros ASEAN Sebagai Kekuatan Peradaban Halal Climate

20 June 2026 20:47
Awal Muharam, GNG Salurkan Al-Qur’an Braille di Unpam

Awal Muharam, GNG Salurkan Al-Qur’an Braille di Unpam

16 June 2026 10:37
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia