• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Featured

RUU P-KS Ditolak di Beberapa Kota Besar

by roqeem
17 February 2019 09:01
in Featured, Nasional
0
RUU P-KS Ditolak di Beberapa Kota Besar

MEDIAHARAPAN.COM, Secara serentak Sabtu 16 Februari 2019, Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia melakukan edukasi di beberapa kota, terkait Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS).

Di Lampung, sekjen AILA Indonesia Nurul Hidayat,i SS melakukan edukasi di desa Way Harong kecamatan Way Lima kabupaten Pesawaran Lampung. Kegiatan edukasi ini diikuti oleh -+150 anggota majlis taklim yang terdiri dari para ibu dan bapak. Acara berlangsung selama tiga jam.

Dalam kegiatan ini, Nurul Hidayati menekankan pentingnya pengokohan keluarga agar anak-anak terhindari dari bahaya yang mengancam. Terutama bahaya yang datangnya dari luar lingkungan keluarga. Sejatinya orangtua tidak berhenti belajar. Semangat belajar orangtua harus terus ada, sehingga dapat mendampingi dan mendidik anak sesuai dengan jamannya.

Seusai acara, seluruh jamaah yang hadir sepakat untuk menolak RUU P-KS untuk disahkan sebagai undang – undang. Seorang peserta mengatakan, “ Alhamdulillah, setelah mendengar penjelasan dari ibu Nurul saya jadi mengerti kalau ruu ini tidak sejalan dengan norma dan ideologi bangsa Indonesia.”

Sementara itu di Condet Jakarta Timur, ketua bidang media Suci Susanti S.SoS.I melakukan edukasi di hadapan -+ 80 orang perempuan yang menjadi peserta seminar parenting. Seminar ini diikuti oleh para ibu muda dan ibu usia lanjut. Di hadapan para ibu, Suci mengatakan, “ Tidak semua informasi atau apapun yang dibawa dari luar Indonesia itu baik dan harus ditelan mentah-mentah. Sebagai warga negara Indonesia yang memiliki ideologi Pancasila dan negara yang beragama, sepatutnya kita mengkritisi apapun aturan yang diadopsi dari luar Indonesia.”

Selain itu, Suci menyajikan data tingginya tingkat aborsi yang terjadi di Indonesia. Hal ini tentu saja memprihatinkan. Maka untuk menekan angka aborsi, keluarga harus kokoh. Agar dapat melindungi anak dari pengaruh buruk yang menyebabkan anak terjerumus pada pergaulan bebas dan melakukan hal yang dilarang agama serta norma.

Pada sesi tanya jawab seorang peserta seminar menyatakan, “Kedatangan saya jauh – jauh dari Bintaro ngga sia – sia. Alhamdulillah. Selama seminggu kemarin isu RUU P-KS ini ramai dibicarakan di media sosial. Saya penasaran. Kenapa ada pro dan kontra. Namun setelah mendengar pemaparan tadi, saya jadi paham.”
Sesuai acara seminar, para peserta mengadakan deklarasi menolak RUU P-KS. Selain berfoto dengan membentangkan spanduk penolakan, peserta juga mengumpulkan tanda tangan yang rencananya akan dibawa ke DPR.

Di Bogor, ketua bidang edukasi AILA Indonesia Diana Widyasari ST.MM menghadiri undangan Forum Group Discussion (FGD) para tokoh perempuan di Bogor. Selain Diana, hadir sebagai pembicara yaitu Prof. Euis Sunarti yang merupakan guru besar IPB dan pakar ketahanan keluarga, Iim Nurrochimah, Msi perwakilan dari Penggiat Keluarga (GiGa) dan Iis Istiqomah, Msi wakil ketua HKP BPKK DPP PKS.

Diana menitikberatkan pada para pengusung dari RUU P-KS. Terutama komnas perempuan. “Saya merasa aneh dengan komnas perempuan. Ketika dulu AILA Indonesia mengajukan JR di MK tentang pasal perzinaan dan pencabulan. Komnas perempuan justru memilih berseberangan dengan AILA. Hal ini membuat kami bertanya-tanya, sebenarnya komnas perempuan membela perempuan yang mana ?”

Dalam FGD ini, para tokoh perempuan yang hadir sepakat untuk menolak RUU P-KS. Mereka pun menandatangani rekomendasi bagi masyarakat Bogor untuk ikut serta menolak RUU P-KS.

Comments

comments

Previous Post

Eksploitasi Penyu

Next Post

Kredibiltas Sang Capres

roqeem

Next Post
Kredibiltas Sang Capres

Kredibiltas Sang Capres

BERITA POPULER

RUU P-KS Ditolak di Beberapa Kota Besar

RUU P-KS Ditolak di Beberapa Kota Besar

17 February 2019 09:01
Ragam Kesenian Tradisional Yogyakarta

Ragam Kesenian Tradisional Yogyakarta

4 October 2022 09:04
Cara memperbaiki printer mp287 dengan kode error e03

Cara memperbaiki printer mp287 dengan kode error e03

20 April 2023 09:33
10 Alat Bantu Fotografi yang Wajib Diketahui Pemula

10 Alat Bantu Fotografi yang Wajib Diketahui Pemula

28 August 2023 14:39
Orang Sholeh Yang Diam Menyaksikan Kemungkaran Maka Ia Terlaknat

Orang Sholeh Yang Diam Menyaksikan Kemungkaran Maka Ia Terlaknat

29 April 2019 08:25
noor-azhari

Kasus Pagar Laut Tangerang dan Indikasi Kejahatan Struktural SDA

19 January 2026 12:32

BERITA TERBARU

Forjim Jajaki Kerjasama dengan Pusat Kebudayaan Turki

Forjim Jajaki Kerjasama dengan Pusat Kebudayaan Turki

22 January 2026 11:21
noor-azhari

Kasus Pagar Laut Tangerang dan Indikasi Kejahatan Struktural SDA

19 January 2026 12:32
Peduli Anak Stunting, TPPKK Tanah Datar Bangun MCK Untuk Keluarga Stunting

Peduli Anak Stunting, TPPKK Tanah Datar Bangun MCK Untuk Keluarga Stunting

9 January 2026 09:56
Sambut Wajib Sertifikasi Halal 2026, IHW Saran Masa Berlaku Empat Tahun

Sambut Wajib Sertifikasi Halal 2026, IHW Saran Masa Berlaku Empat Tahun

4 January 2026 21:30

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Forjim Jajaki Kerjasama dengan Pusat Kebudayaan Turki

Forjim Jajaki Kerjasama dengan Pusat Kebudayaan Turki

22 January 2026 11:21
noor-azhari

Kasus Pagar Laut Tangerang dan Indikasi Kejahatan Struktural SDA

19 January 2026 12:32
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia