Semarang, MEDIAHARAPAN.COM (25/03)
Kota Semarang sebagai salah satu kota metripolitan di Indonesia menghadapi persoalan layaknya metropolitan lainnya. Pelayanan Publik (Public Service) menjadi sangat penting, karena hal tersebut berpengaruh dan menjadi daya tarik bagi daerah penyangga seperti Kab.Kendal, Demak, Purwodadi dan Kab. Semarang. Hal ini disampikan oleh tokoh muda Sugiyono, SE., SH., MH (39th). Sebagai pengusaha dan Advokat Muda menyoroti kondisi Kota Semarang. Sugiyono yang mantan aktivis mahasiswa pergerakan di Jakarta sangat konsen dengan kondisi Kota Semarang.
Kota Semarang yang kondisi fisik alamiahnya sangat unik, dengan bentang lahan berupa perbukitan sampai ke dataran pantai, secara alami juga memiliki keterbatasan berupa potensi bencana. Potensi bencana geologi seperti adalah adanya patahan dan tanah bergerak di bagian perbukitan yang menyebabkan sebagian kawasan perbukitan rawan longsor. “Kondisi warga Kota Semarang yang Metropolis mengakibatkan hubungan sosial warganya memiliki kecenderungan seperti warga kelas menengah ke atas yang mapan, warga memiliki pola pikir rasional yang idealias namun juga bisa juga pragmatis sangat berbeda tipis” ungkap Sugiyono, SE., SH., MH.
Sebagai mantan aktivis gerakan mahasiswa Sugiyono, SE., SH., MH. merasa terpanggil kembali menunaikan visi dari tugas perjuangannya, “untuk terwujudnya masyarakat Semarang adil dan makmur sejahtera lahir dan batin serta bermartabat”, ungkapnya
Sebagai calon anggota legislatif Kota Semarang, Sugiyono mengharapkan “kedepan Kota Semarang harus memiliki kebijakan yang lebih strategis dan istemstis terkait penciptaan kesempatan dan Lapangan kerja, karena masyarakat urban masih melihat dan perpikiran bahwa mencari uang di kota lebih gampang karena keragaman kegiatan ekonomi, tingkat upah yang lebih baik dibanding daerah pedesaan”.
Para pekerja sosial mendapat sorotan serius dari Sugiyono “pekerja sosial harus di perjuangkan kesejahteraan dan penghargaannya, problem sosial perkotaan perlu ditangai karena segi daya tampung dan daya dukung lingkungan sudah mulai mengalami pemadatan”. “Perlu regulasi agar bisa mewadahi aktivitas masyarakatnya secara manusiawi dan seimbang antara kegiatan ekonomi, sosial budaya, lingkungan, teknologi dan politik, yang digawangi para pekerja sosial”, tambahnya.
Sektor Pendidikan mendapat penekanan serius oleh Caleg dari Partai PKB ini, “Peningkatan mutu pendidikan dan kelengkapan fasilitas pendidikan terutama pendidikan menengah atas dan perguruan tingggi seperti Undip, Unes, Unissula, Udinus, Unimus, Stikubang dll” ungkapnya. Misi lain dari calon legislator kota semarang PKB adalah terkait “Pola komunikasi musyawarah mufakat adalah media penting bagi majelis/kelompok masyarakat atau silaturahmi dan persaudaraan, karena Kota Semarang butuh adanya perbaikan dan strategi dalam pembangun kota”
Semarang butuh keseimbangan dalam memanfaatkan ruang kotanya, tidak hanya dari sisi kepentingan ekonomi dan meningkatkan PAD. Penurunan kualitas kota dan lingkungan hanya akan menjadikan nilai properti, nilai lahan, nilai kenyamanan dan keamanan akan terus menurun. “Hal ini menjadi sebuah urgensi adanya Perlindungan Hukum agar Kepentingan lingkungan hidup, sosial-budaya, teknologi dan politik, juga perlu kepastian Hukum untuk Semarang yang lebih baik” pungkas Sugiyono, SE., SH., MH.






