• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Featured

Sering Bikin Gaduh, Parmusi Desak Presiden Evaluasi Menteri Agama

Usamah mengatakan Menag sebaiknya dicopot bila terus membuat gaduh.

by Bilal
22 December 2019 14:53
in Featured, Nasional, Politik
0
Sering Bikin Gaduh, Parmusi Desak Presiden Evaluasi Menteri Agama

MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) mengeluarkan sejumlah rekomendasi hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-5 selama tiga hari (20-22/12/2019) di Jakarta.

Salah satu rekomendasi Parmusi menyoroti sepak terjang Menteri Agama Fachrul Razi yang dinilai mengebiri ruang dakwah Islam.

“Parmusi meminta kepada Presiden dan Wakil Presiden agar mengarahkan Kementerian Agama dan Pendidikan untuk bersikap arif dan bijaksana dalam mengambil kebijakan dengan landasan keadilan, keseimbangan dan keharmonisan,” kata Ketua Muslimah Parmusi, Nurhayati Payapo membacakan rekomendasi, Minggu (22/12/2019).

Lebih jauh, Ketua Parmusi Usamah Hisyam menjelaskan latar belakang munculnya rekomendasi tersebut. Ia mengatakan rekomendasi muncul karena melihat Menag sejak dilantik hingga saat ini hanya membuat kegaduhan. Kegaduhan dimaksud diantaranya, isu radikalisme, larangan cadar dan celana cingkrang, serta survei Indeks Keagamaan. Usamah menilai survei tersebut ngawur dan bermasalah.

“Parmusi dan saya pribadi mendesak Presiden untuk mengevaluasi Menteri Agama, nanti pas 3 bulan, evaluasi dan diganti saja,” kata Usamah saat konferensi pers.

Lebih dari itu, imbuh Usamah, Parmusi akan mengirim surat resmi kepada Presiden untuk segera mengevaluasi Menag.” Kita akan kirim surat, Menag dari sejak dilantik hingga sekarang ada upaya mengebiri Islam, apakah ini termasuk Islamofobia global? Saya tidak tahu,” tuturnya.

Usamah mengingatkan bahwa pemerintahan Presiden Jokowi tidak akan dapat mengejar pertumbuhan ekonomi 7 %, apabila Menteri Agama terus membuat kegaduhan.

“Umat Islam ini aset bangsa, kalau umat marah, umat tidak akan mau membantu program pemerintah,” ujarnya.

Ruang Kebebasan Beragama

Selain itu, Parmusi juga mendesak Presiden Jokowi dan Wapres KH. Ma’ruf Amin untuk memberikan ruang kebebasan beragama seluas-luasnya bagi umat beragama.

“Kita minta Pemerintah memberi ruang beragama seluas-luasnya bukan hanya untuk Islam, tapi umat beragama agar lebih produktif dan modern. Bukan sibuk membahas radikalisme, karena itu bukan prioritas, tapi prioritas adalah membangun SDM bangsa,” ungkapnya.

Parmusi juga meminta jangan ada pihak-pihak di jajaran pemerintah melakukan subordinasi, sehingga membenturkan kebijakan pemerintah dengan Presiden.

Usamah juga menyayangkan pernyataan presiden bahwa tugas Menag adalah deradikalisasi. Usamah berpendapat masalah utama bangsa bukanlah radikalisme, sehingga tidak perlu dibesar-besarkan.

“Masalah utama bangsa adalah kemiskinan.Yang harus deradikalisasi adalah konglomerasi yang memiskinkan rakyat kecil.” tegasnya.

Terakhir, lanjut Usamah, Parmusi menyatakan menolak mendukung program-program pemerintah yang mengebiri ruang dakwah Islam di Indonesia. Bila hal tersebut tetap dilanjutkan, Parmusi akan melakukan perlawanan spiritual.

“Parmusi akan melakukan perlawanan doa, Parmusi akan mengirim 50 dai berdoa di Mekkah. Kita tidak melawan dengan senjata, Parmusi gak punya senjata, senjata kita doa saja, nanti pak Jokowi bisa tahu doa Parmusi,” katanya.

“Kenapa Parmusi bersikap tegas? karena ini masalah akidah umat, tidak boleh disentuh-sentuh,” sambungnya.

Diketahui, Parmusi menggelar Mukernas V selama tuga hari (20-22/12/2019) di Jakarta. Sejumlah pengurus dari 27 provinsi hadir dalam perhelatan tersebut. []

Comments

comments

Tags: Menag Fachrul RoziParmusiUsamah Hisyam
Previous Post

Jorong Sawah Kareh Alek Batagak Gala, 19 Panghulu Suku Dilewakan

Next Post

Soal Uighur, Parmusi: Pemerintah Harus Dorong OKI Investigasi

Bilal

Next Post
Soal Uighur, Parmusi: Pemerintah Harus Dorong OKI Investigasi

Soal Uighur, Parmusi: Pemerintah Harus Dorong OKI Investigasi

BERITA POPULER

Sering Bikin Gaduh, Parmusi Desak Presiden Evaluasi Menteri Agama

Sering Bikin Gaduh, Parmusi Desak Presiden Evaluasi Menteri Agama

22 December 2019 14:53
Ragam Kesenian Tradisional Yogyakarta

Ragam Kesenian Tradisional Yogyakarta

4 October 2022 09:04
Cara memperbaiki printer mp287 dengan kode error e03

Cara memperbaiki printer mp287 dengan kode error e03

20 April 2023 09:33
Orang Sholeh Yang Diam Menyaksikan Kemungkaran Maka Ia Terlaknat

Orang Sholeh Yang Diam Menyaksikan Kemungkaran Maka Ia Terlaknat

29 April 2019 08:25
10 Alat Bantu Fotografi yang Wajib Diketahui Pemula

10 Alat Bantu Fotografi yang Wajib Diketahui Pemula

28 August 2023 14:39
noor-azhari

Kasus Pagar Laut Tangerang dan Indikasi Kejahatan Struktural SDA

19 January 2026 12:32

BERITA TERBARU

noor-azhari

Kasus Pagar Laut Tangerang dan Indikasi Kejahatan Struktural SDA

19 January 2026 12:32
Peduli Anak Stunting, TPPKK Tanah Datar Bangun MCK Untuk Keluarga Stunting

Peduli Anak Stunting, TPPKK Tanah Datar Bangun MCK Untuk Keluarga Stunting

9 January 2026 09:56
Sambut Wajib Sertifikasi Halal 2026, IHW Saran Masa Berlaku Empat Tahun

Sambut Wajib Sertifikasi Halal 2026, IHW Saran Masa Berlaku Empat Tahun

4 January 2026 21:30
Bidan di Daerah Pedalaman: Pilar Kesehatan Ibu dan Bayi di Wilayah Terpencil

Bidan di Daerah Pedalaman: Pilar Kesehatan Ibu dan Bayi di Wilayah Terpencil

4 January 2026 21:25

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

noor-azhari

Kasus Pagar Laut Tangerang dan Indikasi Kejahatan Struktural SDA

19 January 2026 12:32
Peduli Anak Stunting, TPPKK Tanah Datar Bangun MCK Untuk Keluarga Stunting

Peduli Anak Stunting, TPPKK Tanah Datar Bangun MCK Untuk Keluarga Stunting

9 January 2026 09:56
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia