• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Featured

Sohibul Iman: Isu Radikalisme Jadi Dagangan Politik

apakah isu radikalisme muncul justru karena ketidakmampuan pemerintah mengatasi ketimpangan sosial ?

by Bilal
10 December 2019 19:26
in Featured, Nasional, Politik & Keamanan
0
Sohibul Iman: Isu Radikalisme Jadi Dagangan Politik

MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Presiden Partai Keadilan Sejahtera atau PKS Sohibul Iman mengkritik sejumlah kebijakan pemerintah dalam menangani radikalisme, seperti SKB 11 Menteri, pendaftaran Majelis Taklim, dan polisi masjid.

Dia berpandangan, radikalisme sebagai realitas politik atau yang murni bersumber dari keyakinan jumlahnya amatlah kecil.

Adapun yang banyak terjadi, kata Sohibul, radikalisme muncul karena ketimpangan sosial dan ketidakadilan. Sohibul mempertanyakan apakah isu radikalisme muncul justru karena ketidakmampuan pemerintah mengatasi ketimpangan tersebut.

Jika demikian, Sohibul menilai radikalisme bukan sebagai realitas, melainkan komoditas politik.

“Karena sekarang ini lebih banyak radikalisme sebagai dagangan politik, maka masyarakat jadi tergoda untuk memberikan tafsiran. Jangan-jangan isu radikalisme itu untuk menyembunyikan karena ketidakmampuan menciptakan keadilan,” ujarnya seperti dilansir Tempo, Jakarta Selatan, Kamis, 5 Desember 2019.

Lulusan Waseda University, Jepang ini pun menilai kebijakan pemerintah ihwal radikalisme belakangan seperti era Orde Baru. Kala itu, Islam radikal dan komunis juga dicitrakan menjadi musuh bersama.

“Ini semua mengingatkan apa yang terjadi di Orde Baru, persis sama dagangannya,” kata Sohibul.

Mengetahui akhir penanganan isu-isu tersebut di era Orde Baru, Sohibul menilai cara-cara simplifikasi semestinya tak dilakukan lagi sekarang. Jika diteruskan, dia khawatir akhirnya akan seperti yang terjadi di era Soeharto itu.

“Kita kan sudah tahu ending cara Orde Baru seperti apa. Sekarang di era Reformasi dihidupkan kembali, berarti ending-nya pun akan mirip kok,” ucapnya.

Menurut Sohibul, aturan-aturan itu dibuat dengan menyederhanakan radikalisme dan apa yang menjadi akar masalahnya.

“Menurut saya ini simplifikasi dan cermin kemalasan berpikir,” kata Sohibul.

Sohibul menilai kebijakan-kebijakan itu simplifikasi lantaran menurutnya belum ada definisi yang jelas soal radikalisme. Dampaknya, setiap orang kini tergoda memberikan tafsiran-tafsiran.

Menurut Sohibul, pemerintah semestinya membedah dulu apa itu radikalisme, mendefinisikan secara jelas, dan menelusuri akar masalahnya.

Dia pun mendesak pemerintah menangani radikalisme secara serius dengan membedah akar masalah, bukan melakukan penyederhanaan. “Kita harus benar-benar dalami permasalahannya, sehingga diagnosa tepat, pengobatan juga tepat.”

Diketahui, Pemerintah belakangan ini mengeluarkan serangkaian kebijakan untuk menangani radikalisme. Pertama ialah Surat Keputusan Bersama (SKB) 11 Menteri dan Lembaga terkait pencegahan radikalisme di kalangan ASN.

Kedua, Kementerian Agama mengeluarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 29 Tahun 2019 Majelis Taklim. Permenag itu di antaranya mengatur pendataan bagi Majelis Taklim. Namun, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid kemudian mengatakan pendataan itu tak diwajibkan.

Ketiga, Wakil Presiden Ma’ruf Amin melontarkan istilah polisi masjid. Ma’ruf awalnya meminta dewan masjid memetakan masjid-masjid di mana terjadi penyebaran kebencian.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia nonaktif itu mengimbau dilakukan pembinaan, agar tak ada narasi kebencian. Belakangan dia membantah pernyataan itu untuk memerintahkan polisi berjaga di masjid-masjid. []

Comments

comments

Tags: Isu RadikalismePKSSohibul Iman
Previous Post

42 Kandidat Bersaing Rebut Ketum KAMMI

Next Post

216 Pelamar Baitul Mal Aceh Lulus Administrasi

Bilal

Next Post
216 Pelamar Baitul Mal Aceh Lulus Administrasi

216 Pelamar Baitul Mal Aceh Lulus Administrasi

BERITA POPULER

Sohibul Iman: Isu Radikalisme Jadi Dagangan Politik

Sohibul Iman: Isu Radikalisme Jadi Dagangan Politik

10 December 2019 19:26
10 Alat Bantu Fotografi yang Wajib Diketahui Pemula

10 Alat Bantu Fotografi yang Wajib Diketahui Pemula

28 August 2023 14:39
Orang Sholeh Yang Diam Menyaksikan Kemungkaran Maka Ia Terlaknat

Orang Sholeh Yang Diam Menyaksikan Kemungkaran Maka Ia Terlaknat

29 April 2019 08:25
Perkumpulan AQL Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-79 di Bogor

Sunni–Syiah dan Sikap Umat atas Serangan Israel ke Iran

3 March 2026 08:35
Aditya Wardana Masuk Penjara Soal Cek Kosong

Aditya Wardana Masuk Penjara Soal Cek Kosong

15 August 2017 05:03
PUSHAMI: Wiranto Gagal Paham UU Terorisme

PUSHAMI: Wiranto Gagal Paham UU Terorisme

22 March 2019 10:35

BERITA TERBARU

Bidan Jadi Garda Terdepan Lindungi Ibu dan Anak di Musim Pancaroba

Bidan Jadi Garda Terdepan Lindungi Ibu dan Anak di Musim Pancaroba

4 March 2026 07:07
Perkumpulan AQL Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-79 di Bogor

Sunni–Syiah dan Sikap Umat atas Serangan Israel ke Iran

3 March 2026 08:35
Problem Secara Hukum, FGD JATTI Tolak Indonesia Gabung BOP

Problem Secara Hukum, FGD JATTI Tolak Indonesia Gabung BOP

3 March 2026 08:21
Sertijab Camat, Staf Ahli TPPKK Dwinanda Ahmad Fadly Lantik Ketua TPPKK Kecamatan Salimpaung Dan Batipuh

Sertijab Camat, Staf Ahli TPPKK Dwinanda Ahmad Fadly Lantik Ketua TPPKK Kecamatan Salimpaung Dan Batipuh

28 February 2026 06:39

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Bidan Jadi Garda Terdepan Lindungi Ibu dan Anak di Musim Pancaroba

Bidan Jadi Garda Terdepan Lindungi Ibu dan Anak di Musim Pancaroba

4 March 2026 07:07
Perkumpulan AQL Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-79 di Bogor

Sunni–Syiah dan Sikap Umat atas Serangan Israel ke Iran

3 March 2026 08:35
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia