MEDIAHARAPAN.COM, Ankara – Berdasarkan kesepakatan dicapai musim gugur lalu, pada hari Jumat (8/7) Turki dan Rusia akan memulai patroli di sekitar kota Idlib di Suriah barat laut, menurut menteri pertahanan nasional Turki.
“Hari ini, Rusia akan memulai patroli di daerah perbatasan di luar Idlib sementara patroli Angkatan Bersenjata Turki akan mulai di zona demiliterisasi,” kata Menhan Turki Hulusi Akar kepada Anadolu Agency.
September lalu, Rusia-Turki sepakat membentuk zona demiliterisasi di Idlib dan daerah lainnya, tetapi rezim Suriah telah berulang kali melanggar gencatan senjata di Idlib, ungkap Akar menambahkan.
“Mempertahankan gencatan senjata di Idlib adalah langkah penting untuk mengamankan stabilitas di Suriah,”katanya.
Akar juga mengatakan kebijakan Turki terhadap negara-negara tetangga, terutama Irak dan Suriah, didasarkan pada kepentingan kedaulatan politik dan teritorial Turki.
Dia menyebut Turki tidak mungkin mengadakan kontak dengan rezim Suriah, tetapi ia menunjukkan bahwa Ankara telah mengadakan pembicaraan dengan Moskow dan terkadang dengan Teheran terkait situasi di Suriah.
Turki tidak pernah memiliki masalah dengan populasi Kurdi atau etnis lain di Suriah, karena tentaranya hanya menyerang sarang teroris, jelasnya. (Anadolu/bilal)





