Victor Joseph: Kualitas Berita Menjadi Penting

MDW open forum (14/11) yang berlangsung di Ambon (Foto: Herry Nurlette)

MEDIAHARAPAN.COM, Ambon,- Dengan munculnya media digital atau online membawa angin segar bagi munculnya jurnalisme warga, termasuk di Indonesia. “Siaaap warga bisa saja menjadi jurnalis, tapi yang terpenting itu adalah tetap menjaga kualitas berita”, jelas Victor Joseph, jurnalis senior asal Belanda saat mengisi open forum yang diadakan Moluccas Democratization Watch (MDW) di Ambon (14/11).

Menurutnya, dengan hadirnya media digital, tentu memudahkan siapa pun memproduksi pesan atau berita, namun yang perlu diperhatikan itu adalah kualitasnya, jika tidak justru bukan berita tapi hoax yang pengaruhnya kontraprodiktif.

“Di Eropa fenomena jurnalisme warga atau citizen journalist juga mengemuka, membuat banyak informasi dan berita ada di internet, ini perkebangan yang bagus, asalkan warga yang membuat berita tetap bisa menjaga kualitas berita yang dibuat, dengan menekankan pada fakta. Apalagi saat ini juga banyak media mainstream juga menyediakan channel atau program khusus untuk mengakomudir juralisme warga”, ungkapnya.

Jurnalis yang juga musisi ini juga menekankan agar setiap jurnalis mengutamakan attitude atau perilaku, dalam hal ini soal Independensi, kode etik harus dijunjujung tinggi. Memang ada kontroversi soal adanya jurnalisme warga, yang oleh wartawan kebanyakan belum punya ketrampilan dalam membuat berita, itu wajar, asalkan semua pihak mau menjujung tinggi etika atau kode etik.

“Jangankan wartawan profesional, jurnalis warga pun juga sudah mulai membuat publikasi berita harus juga memperhatikan atau tunduk pada kode etik jurnalis yang berlaku, ini penting agar kualitas berita tetap dapat dikontrol”, urai Victor.

Di tempat yang sama, Koordinator MDW juga menjelaskan, terlepas dari kontroversi yang ada, jurnalisme warga dalam berbagai konteks ternyata bisa memberikan kontribusi bagi pembangunan, bila pemanfaatannya tepat.

“Kita bisa melihat banyak contoh peran jurnalisme warga, misalnya rusaknya infrastruktur, seperti jembatan dan jalan yang diberitakan oleh jurnalis warga, kemudian dibaca atau diketahui oleh pemangku kewajiban, dan akhirnya mereka bergerak cepat memperbaiki atau membangunnya”, urai Ikhsan.

Aktivis muda ini juga memberi contoh lain seperti kejadian bencana alam disatu tempat yang jauh dari akses media mainstream, oleh jurnalis warga kemudian di beritakan lewat media online, dengan cepat informasi tersebar dan bantuan pun datang, baik dari warga sekitar lokasi mau pun dari badan pemeritah yang terkait dengan penanganan bencana. Bahkan tidak hanya itu, donasi dari berbagai tempat, baik makanan, minuman, obat-obatan dan uang pun berdatangan.

“Semua ini memberikan gambaran dan pelajaran buat kita, bahwa hadirnya media online yang juga memberikan akses yang luas bagi partisipasi warga melalui jurnalisme warga, dapat memberi arti penting bagi pembangunan, khususnya di daerah yang jauh dari akses media massa dan jarang dikunjungi pejabat pengambil keputusan publik,” ungkapnya.

Direktur Beta Kreatif ini tak lupa mengajak warga untuk menjadi jurnalis warga, dengan mengabarkan fakta atau peristiwa yang terjadi dilingkungannya, baik itu lewat media sosial mau pun media mainstream. “Ayo, sama-sama kita manfaatkan kehadiran media online dengan menjadi jurnalis warga dan beritakan atau informasikan problem sosial yang ada disekeliling kita”, tutup Ikhsan. (MHM43)

Comments

comments