MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengibaratkan inflasi seperti kondisi tekanan darah pada tubuh manusia. Apabila tekanan darah tinggi akan mengakibatkan sakit kepala. Begitu juga halnya apabila tekanan darah rendah.
“Inflasi itu tekanan darah, kalau tinggi kita bisa pingsan. Tapi kalau inflasi rendah atau deflasi, kita juga pusing bisa pingsan juga. Jadi tekanan darah yang baik itu di tengah-tengah,” kata Wapres saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi, di Hotel Grand Sahit, Jakarta, Kamis (25/7) siang.
Karena itu, Wapres menekankan agar seluruh kepala daerah menjaga inflasi ringan sehingga kegiatan perekonomian di daerah stabil. “Harus stabil, jangan di bawah susah, di atas susah. Jadi, berada di tengah. Ya sekitar 3,5-5 persen,” ujarnya.
Demi menjaga keseimbangan antara inflasi dan deflasi tersebut, Wapres mengingatkan agar kegiatan usaha di daerah dapat berjalan baik, sehingga tidak menambah jumlah pengangguran.
Ia mengingatkan, kalau deflasi maka pengusaha yang rugi, dan bisa mem-PHK pegawai mereka. Orang jadi tidak punya pendapatan karena jadi pengangguran.
Wapres menekankan, bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Pengendalian inflasi dilakukan dengan memperkuat sinergi kebijakan, meningkatkan ketersediaan pasokan, dan menjaga kelancaran distribusi pangan,” tegas Wapres. (MH007)











