MEDIAHARAPAN.COM, Solok – Bupati Solok H.Gusmal,SE,MM bersama Dirjen Tanaman Pangan yang diwakili oleh Kepala Balitbang Sumbar Dr. Ir. Chandra Indra Wanto, Kepala Dinas Tanaman Pangan Dan Holtikultura Dan Perkebunan Diwakili Oleh Kabid Pangan Holtikultura Sumbar Ir. Arzal, MP, Kepala BPTP Sumbar Ketua DPRD Kab Solok H. Hardinalis,SE,MM, Kasdim 0309 Solok Mayor. Supadi, A.S, Assisten koordinasi ekonomi, pembangunan dan kesejahteraan rakyat Drs.H.Suharmen,MM, kepala dinas Koperindag Nasripul Romika, S.Sos, Kepala Dinas Pertanian Ir. H. Admaizon, Fokompinda dan Kepala OPD Kabupaten Solok, Camat IX Koto Sungai Lasi Drs.H.N.Efiyardi, Muspika, Walinagari setempat Darwin beserta perangkat nagari Guguak Sarai menghadiri gerakan pengolahan lahan dalam rangka percepatan tanam padi sawah tahun 2017 bersama dirjen tanaman pangan di Nagari Guguak Sarai Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Minggu 12 Februari 2017.
Dalam sambutannya Bupati Gusmal mengatakan padi / beras merupakan kebutuhan pokok dan mendasar. Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang kian pesat, maka kebutuhan padi / beras pun terus meningkat. Untuk itu, peningkatan kuota produksi padi beras mesti terus ditingkatkan, dan hal itu sudah menjadi tanggungjawab kita semua khususnya para petani padi untuk terus berusaha meningkatkannya demi memenuhi kebutuhan tersebut.
Namun kendalanya dewasa ini, justru banyak sawah yang beralih fungsi, baik menjadi lahan bangunan, jalan, irigasi dan pemanfaatan lainnya, sehingga semakin lama sawah makin berkurang. Sementara untuk perluasan areal sawah dengan melakukan pencetakan sawah baru sulit untuk dilaksanakan, karena cetak sawah baru memakan waktu yang cukup lama serta tenaga dan biaya yang tidak sedikit. Untuk menyikapi hal itu, petani diharapkan labih memburu masa penggunaan lahan atau siklus tanam / panen, dimana jika biasanya rata – rata panen petani sawah 2 kali setahun / 5 kali dalam 2 tahun, kedepan mesti ditargetkan bisa panen 3 kali setahun.
“Biasanya petani usai panen ada masa pendiaman yang cukup lama, kedepan jangan lagi ada yang membiarkan lahannya kosong berlama – lama, melainkan usai panen langsung diolah kembali lahannya, sehingga tercapai target kita. Dengan demikian diharapkan akan memberi dampak terhadap peningkatan produksi padi demi kesejahteraan petani dalam mewujudkan pencapaian target swasembada pangan secara Nasional” tutur Gusmal.
Kepada TNI yang selama ini telah aktif dalam ikut berperan serta guna pendampingan petani di lapangan, Gusmal meminta untuk menegur petani yang membiarkan lahannya kosong dalam waktu yang lama. Petani pemilik lahan mempunyai tanggungjawab untuk mengelola lahannya untuk memproduksi hasil panen, jika tidak mampu, alangkah lebih baiknya jika TNI yang memberdayagunakannya.
Diterangkan Gusmal, saat ini Kabupaten Solok tercatat memiliki 23 ribu hektar lebih lahan sawah, untuk memenuhi kebutuhan 371 ribu jiwa di Kabupaten Solok. Hasil produksinya sudah mencukupi kebutuhan masyarakat setempat bahkan mengalami surplus dan telah bisa dieksport untuk membantu memenuhi kebutuhan beras daerah tetangga lainnya.
“Untuk tahun 2017 ini, Kabupaten Solok memiliki target 370 ribu ton lebih produksi padi, untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Solok dan juga daerah tetangga. Ketika kita berproduksi, kita juga harus memikirkan daerah lain” pungkas Gusmal. (Amel)











