Dicky: Dosen yang Optimalkan ‘Suplemen’ untuk Mahasiswa Lewat EYI

Sosok dan profil kita kali ini adalah Dicky Andika, pria yang lahir di Palembang pada tanggal 14 april 1982 ini menyelesaikan pendidikan sarjana S1 di Universitas Islam Negeri Syarif Hidatullah pada tahun 2000-2004, dan melanjutkan pendidikan pascasarjana Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia pada tahun 2005-2007.

Sekarang sebagai dosen tetap Fakultas Ilmu Komunikasi dan menjabat sekretaris Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Jakarta. Dicky juga aktif sebagai peneliti dan pengabdian masyarakat di universitas yang sama. Serta aktif menjadi pembicara dalam kajian Literacy media dan komunikasi antar budaya serta komunikasi politik.

Peraih penghargaan Dosen Terbaik Universitas Mercu Buana Jakarta Tahun 2012 ini, mulai aktif di Empower Youth Indonesia (EYI) sejak tahun 2017 dengan harapan dapat ikut memberikan semacam ‘suplemen’ tambahan untuk meningkatkan kapasitas dan networking mahasiswa di kampus tempatnya mengabdi.

‘Suplemen’ yang dia maksud adalah lewat networking EYI banyak kegiatan semacam seminar, talkshow dan diskusi publik dapat dilakukan di UMB sebagai bagian dari upaya menjadikan mahasiswa lebih berdaya dan berkarya. Dalam salah satu talkshow dengan tema: “Communication, Film dan Turism” yang digagas olehnya bersama EYI dan Ikatan Sarjana komunikasi Indonesia (ISKI), Dicky mengatakan dengan kegiatan semacam ini mahasiswa akan semakin siap terjun ke masyarakat dan diserap dunia kerja.

Salah satu talkshow yang digagas Dicky dan EYI, dengan menghadir aktor senior Ray Sahetapy dan Egy Fadly di UMB

Sebagai komunitas fokus pada pemberdayaan pemuda Dicky ingin dapat bersinergi dengan rekan-rekan lain di EYI untuk kemajuan pemuda dan masa depan Indonesia yang lebih baik. Sinergi adalah kata kunci di EYI, karena dengan begitu potensi pemuda dapat dioptimalkan.

Ia bisa dihubungi melalui Instagram EYI, atau langsung email:dicky.andika@mercubuana.ac.id, bila ada kegiatan yang membutuhkan narasumber terkait komunikasi. “Masa muda adalah waktu terbaik dalam hidup untuk berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat, jangan dilewati tanpa makna,” begitu pesan Dicky.(*)

Comments

comments