MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Peristiwa kandasnya kapal Pesiar Caledonia Sky yang mengangkut 102 penumpang dengan 79 awak kapal di Area Crossover Reef Raja Ampat, Papua Barat pada 4 Maret 2017 lalu berbuntut panjang.
Eco Diver Journalis (EDJ) sebagai Organisasi Jurnalis yang peduli terhadap isu-isu lingkungan, khususnya sumber daya alam laut sangat menyesalkan kejadian ini dan menuntut agar pihak perusahaan Noble Caledonia tidak hanya membayar kompensasi atas kerusakan yang diakibatkan oleh kandasnya kapal Caledonia Sky tapi dituntut juga untuk memperbaiki kerusakan terumbu karang diperairan Raja Ampat.
Ketua EDJ Jakson Simanjuntak dalam siaran persnya mengatakan dampak yang ditimbulkan oleh kapal pesiar yang menyelesaikan perjalanan bird-watching kepulau Waigeo itu menyisakan persoalan lingkungan yang sangat serius dan membutuhkan waktu lama untuk memulihkannya seperti semula.
“Insiden ini telah mengakibatkan kehancuran habitat ekosistem struktural dan mengurangi atau menghilangkan keaneka ragaman delapan jenis karang yang ada di Raja Ampat,termasuk acropora, porites, montipora, dan stylophora” kata Jakson, Rabu (15/3/2017).

Berdasarkan hal itu EDJ meminta pemerintah untuk melakukan Investigasi mendalam terkait penyebab kandasnya kapal bebobot 4290 ton yang telah merusak terumbu karang seluas 1600 meter persegi.
Selain itu EDJ juga meminta pemerintah untuk melakukan penegakkan hukum serta menghitung kerugian yang timbul sesuai dengan metode keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Atas kejadian ini EDJ juga meminta ditegakkan kembali aturan terkait kapal-kapal yang boleh masuk kawasan Raja Ampat, sebagaimana yangtelah diberlakukan selama ini.termasuk dengan kawasan yang boleh didatangi kapal dengan ukuran tertentu.
Diketahui, Perairan Raja Ampat memiliki banyak kekhasan yang memiliki daya tarik tesendiri, setidaknya terdapat 1427 species fauna ikan karang yang hidup di diantara 537 jenis species karang diperairan tersebut. (MH007/Handriansyah)











