Forkopimda Sampaikan Fakta Diakhir Tahun, Malah Ini Kata Bupati Irdinansyah Tarmizi

MEDIAHARAPAN.COM, Batusangkar, Sumatera Barat-Dipenghujung tahun 2018 ini, Forkopimda Tanah Datar sampaikan fakta melalui press release. Awalnya tak diketahui Bupati Irdinansyah Tarmizi begitu pula dengan ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra yang turut diundang Forkopimda, Senin pagi (31/12) tersebut.

Bertempat di kantor Kejaksaan Negeri Tanah Datar, Forkopimda berkumpul, tidak tahu siapa yang menginisiasi pertemuan ini. Dihadapan para undangan, Asisten Setda, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Akademisi, Camat, Wali Nagari, BUMN/BUMD, Lembaga Unsur dan tokoh masyarakat juga insan pers para Forkopimda sampaikan berbagai fakta, kejadian, agenda hingga kasus yang ditangani selama tahun 2018.

Diawali Kapolres Tanah Datar AKBP. Bayuaji Yudha Prajas menyampaikan agenda yang dilaksanakan, capaian kinerja, rencana kedepannya hingga kasus yang terjadi diwilayah kerjanya. Kapolres menyingung masalah narkoba, tindakan kriminalitas, “ini terjadi seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dari tahun ke-tahun sehingga sangat rentan terjadinya masalah kamtibmas dan berbagai tindak kejahatan maupun pekat,” katanya.

“Bayuaji menyebutkan pada tahun 2018 terjadi sebanyak 96 kasus pencurian dengan kekerasan, penipuan 45 kasus, perjudian 5 kasus, pengrusakan 20 kasus, narkoba 45 kasus dan perkosaan 1 kasus, sementara masih ada 174 kasus yang manjadi tunggakan, ini dikarenakan masih kurangnya personil penyidik di Polres Tanah Datar, “ucapnya.

Terkait kasus narkoba Bayu menyebut turun dari 50 kasus pada tahun sebelumnya menjadi 45 kasus ditahun 2018. Untuk laka lantas turun dari tahun sebelumnya 88 kasus di tahun ini menjadi 80 kasus.

Korban meninggal dunia akibat laka lantas pada tahun 2017 sebanyak 25 orang, pada tahun 2018 terdapat 1 orang, “ini jauh turunnya dan ini penting juga dilaporkan karena menyangkut kesadaran masyarakat dalam berkendaraan,” ucapnya.

“Untuk korban luka berat juga turun dari tahun sebelumnya 10 orang dan tahun ini sebanyak 2 orang. Korban luka ringan juga turun dari 146 orang menjadi 142 orang. Sementara kasus tilang kendaraan justru naik tahun 2017 sebanyak 6.000 kasus menjadi 8.103 ditahun 2018, ini adalah upaya gencar-gencarnya pihak kepolisian melakukan razia,”tutur Bayu.

Untuk Kejaksaan Negeri Tanah Datar, M. Fatria menyampaikan kegiatan intelijen (TP4D) sebanyak 28 kegiatan, jaksa masuk sekolah dalam rangka penyuluhan hukum 9 kegiatan, pengawasan aliran kepercayaan masyarakat 4 kegiatan.

Untuk pidana umum (Pidum) M. Fatria menyebut ada perbedaan dengan Polres karena ada pelimpahan perkara dari Polda Sumbar, dari BNN Provinsi, jadi perkara yang masuk tahun 2018 sebanyak 227 kasus, dan yang sudah masuk berkas perkara 211, dan 204 sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tanah Datar. Dan sudah dieksekusi sebanyak 176 kasus. “Kasus yang menonjol terap didominasi narkoba,”katanya.

“Pidana khusus (Pidsus) ada 4, ada masih sedang berjalan dan ada yang sudah dieksekusi dan mendapatkan uang pengganti sebesar Rp. 189 juta dan denda sebesar Rp. 100 juta. Bidang perdata tata usaha negara 9 kasus dan pemulihan keuangan negara Rp.335 juta, ” sebut M. Fatria.

Program unggulan Kejari M. Fatria menyebut ada Jaksa Masuk Pasar, dan penghargaan atas kinerja Kejari seperti Zona Integritas bebas korupsi, dan ini akan dijadikan percontohan bagi Kejari seluruh Indonesia serta penghargaan Sidak Karya.

Ketua Pengadilan Negeri Batusangkar Efendi SH, MH, menyebut perkara perdata yang masuk pada tahun 2018. Gugatan yang masuk 24 berkas, putus 13 berkas, dan sisa 9 berkas, dan itu adalah gugatan biasa. Untuk gugatan sederhana, ini biasanya dibawah nominal Rp. 200 juta dan prosesnya pun cepat, masuk 5 berkas dan itu belum diputuskan.

Untuk permohonan luar biasa Efendi nenyebutada 41 berkas yang masuk dan itu sudah selesai diputuskan. “Namun masih ada gugatan biasa tapi prosesnya lama dan bisa sampai 5 bulan, “katanya.

Untuk kasus pidana Dia mengatakan tidak ada perbedaan dengan laporan yang masuk ke Polres Tanah Datar. “Karena pada tahun 2017 tiga kecamatan masuk wilayah PN Batusangkar yaitu Kecamatan X Koto, Batipuh dan Batipuh Selatan, maka kasus ini jadi meningkat, dan saat ini tiga kecamatan tersebut sudah kembali ke wilayah PN Padang Panjang, kita berharap kedepan kasus-kasus ini jadi menurun,” harapnya.

Dari Pengadilan Agama Batusangkar, kasus yang saat ini banyak ditangani yaitu kasus perceraian, dan ini didominasi para isteri yang minta cerai kepada suami. Untuk cerai talak biasanya isteri yang tidak melayani suami atau terjadinya perselingkuhan. Kasus yang masuk ke PA Batusangkar disebutkan tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya yaitu sekitar 700 an kasus.

Letkol. Inf. Edi Sugiarto Harahap selaku Komandan Kodim 0307 Tanah Datar, selama tahun 2018 sampaikan giat jajaran seperti sukses pengamanan kunjungan Presiden RI ke Tanah Datar, sosialisasi belanegara dikalangan pelajar, sukseskan alek pacu kuda yang sempat ditiadakan, pelaksanaan TMMD yang mendapat apresiasi dari Pangdam, “ini berkat dukungan pemerintah daerah dan semua pihak, pelaksanaan TMMD kita dinilai baik, sehingga Kapendam Bukit Barisan menjadi yang terbaik, terima kasih pak Bupati, ” katanya.

Selain itu Dandim juga sebutkan, bakti TNI melakukan penghijauan dengan gerakan menanam pohon, dan itu juga merupakan kegiatan rutin Kodim 0307 Tanah Datar.

Sementara itu Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi, yang dari awal belum tahu kalau agenda yang Ia hadiri itu merupakan press release bersama atau jumpa pers gabungan Forkopimda, “Saya tidak tahu jika ini jumpa pers bersama Forkopimda, ini luar biasa, merupakan sejarah dan pertama kali diadakan di tahun 2018, ini saya bakukan, bahwa setiap tanggal 31 Desember kita adakan jumpa pers bersama namun tempatnya kita pergilirkan, “ucapnya.

Dari press release yang telah disampaikan bupati mengucapkan terima kasih atas kinerja Forkopimda yang bersinergi sehingga kondisi Tanah Datar relatif aman dan kasus yang terjadi di tahun 2018 cenderung menurun.

“Dari tahun 2016, 2017 kasus narkoba, pelecehan seksual adalah yang paling tinggi, dan ditahun 2018 relatif menurun, termasuk kecelakaan yang berakibat kematian, ini tentu tidak terlepas dari kebersamaan Forkompimda,” katanya.

Bupati juga puji kinerja forkopimda yang meraih penghargaan tidak hanya ditingkat provinsi namun hingga ketingkat Nasional, seperti Penghargaan Sidak Karya, Zona Integritas bagi Kejari Tanah Datar. Begitu juga Polres Tanah Datar yang mendapat penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atas kepedulian Polisi terhadap anak.

Begitu juga Kodim 0307 Tanah Datar yang telah sukses ikut andil dalam berbagai ivent di Tanah Datar seperti pada ajang Porprov ke-XV di Kabupaten Padang Pariaman yang telah menaikkan peringkat Tanah Datar dari tahun sebelumnya, sukses dalam agenda pordasi yang menggelar perhelatan pacu kuda dan mendapatkan penghargaan dari Mabes TNI atas sukses pelaksanaan TMMD.

Untuk prestasi yang dicapai pemerintah daerah Irdinansyah mengatakan, “ini tidak terlepas dari dukungan Forkopimda, DPRD, masyarakat dan OPD yang ada, “katanya.

Terkait prestasi yang diraih Pemda, Bupati menyebut sebanyak 52 prestasi yang diraih, dan masih ada satu lagi yang diupayakan,” kita doakan saja semoga Adipura kembali kita raih,” harap Irdinansyah.

Sebelumnya ketua DPRD Anton Yondra, juga sampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas kinerja Pemerintah Daerah di bawah kepemimpinan Irdinansyah Tarmizi bersama Zuldafri Darma dan kebersmaan Forkopimda menjadikan Tanah Datar juga banyak meraih prestasi dibidang pembangunan daerah. (Irfan F)

Comments

comments