MEDIAHARAPAN.COM, Yerusalem – Pasukan Israel menangkap tiga karyawan Otoritas Wakaf Agama Al Quds pada Kamis (13/6), menurut seorang pejabat.
Juru bicara otoritas yang dikelola Yordania itu, Firas al-Dibs, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ketiganya ditangkap saat melakukan pekerjaan restorasi kecil di halaman kompleks Masjid Al-Aqsha.
Yang ditangkap diidentifikasi sebagai Bassam Al-Hallaq, kepala Komite Rekonstruksi kompleks Masjid Al-Aqsa, wakil Taha Aweida dan karyawan lainnya.
Al-Dibs kemudian menggambarkan langkah Israel sebagai “intervensi dalam pekerjaan rekonstruksi mereka”.
Polisi Israel belum mengomentari perkembangan tersebut.
Bagi umat Islam, Al-Aqsha merupakan situs tersuci ketiga di dunia. Sementara itu, kaum Yahudi menyebut daerah itu sebagai “Kuil Gunung”, mengklaim sebagai situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.
Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsha berada, selama Perang Arab-Israel 1967.
Dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional, Israel mencaplok seluruh kota pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibu kota negara Yahudi yang “abadi dan tak terbagi”. (Anadolu/bilal)





