• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Featured

Keluarga Benteng Terakhir Pasca Bencana Kemanusiaan Wamena

Saat kerusuhan kepala suku inilah yang begitu berfungsi dan menjadi sebuah benteng pertahanan.

by Bilal
8 October 2019 17:35
in Featured, WMI CARE
0
Keluarga Benteng Terakhir Pasca Bencana Kemanusiaan Wamena
0
SHARES
66
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare to Whatsapp

MEDIAHARAPAN.COM – Kasus Wamena bukanlah yang pertama terjadi di negeri ini. Hanya bedanya eksodus besar-besaran di era medsos baru kali ini terjadi lagi di Indonesia setelah dahulu kita mengalami pada kasus Ambon.

Pecahnya kerusuhan pada tanggal 23 September 2019 di kota Wamena yang menjadi korban utama adalah para keluarga pendatang di kota tersebut. Berawal dari pergerakan masa di sebuah sarana pendidikan SMU 1 Wamena lalu menjalar keseluruh kota. Pusat perdagangan, warung, rumah tinggal, tempat kos menjadi sasaran amukan masa.

Dalam kesaksian para pengungsi mereka bercerita kehilangan sahabat, tetangga, kawan karib, rekan kerja yang kesemuanya itu adalah anggota keluarga. Ada korban yang merantau dan keluarganya tinggal di kampung, ada pula korban dari satu keluarga utuh yang dibakar hidup-hidup. Juga ada anggota keluarganya kecuali satu orang saja yang selamat sedangkan lainnya menjadi korban. Bercerita salah satu korban, “Keluarga saya empat orang meninggal dalam kerusuhan kemarin”.

Di tanah perantauan setiap komunitas ini memiliki satu orang pemimpin yang memiliki kesamaan asal. Mengikut kebiasaan di Papua mereka menyebut pemimpin ini sebagai kepala suku. Walau ditempat asal mereka tidak memiliki hubungan darah, disini mereka memiliki kepala suku yang membuat mereka menjadi sebuah keluarga besar.

Saat kerusuhan kepala suku inilah yang begitu berfungsi dan menjadi sebuah benteng pertahanan terutama ketika warga panik maka kedekatan para kepala suku pendatang ini yang membuat warga suku asli papua juga melindungi warga pendatang.

Banyak kisah bagaimana warga Wamena suku asli papua begitu heroik dan bertaruh nyawa membela saudara mereka sesama anak bangsa. Bahkan banyak korban mengatakan “kalau tidak ada warga asli wamena mungkin seluruh pendatang sudah habis”.

Pasca kerusuhan, di kota Jayapura maka para pengungsi berkumpul berdasarkan “keluarga besar”. Ada juga yang menyebut dengan paguyuban. Sebuah hirarki keluarga besar diperantauan diluar keluarga inti para pendatang.

Terlihat jelas kekuatan inilah yang membuat para penyintas bencana kemanusiaan masih optimis memghadapi musibah dan trauma akibat kekerasan yang mereka dapatkan saat kerusuhan. Dan hebatnya, jalinan antar suku atau keluarga besar atau juga antar paguyuban tetap terjalin mereka saling bertanya kabar. Perlu kita ketahui juga yang menjadi penyintas bukan hanya pendatang namun juga warga suku asli papua khususnya Wamena. Semua ini membuktikan sejatinya diatas semua konflik maka mereka ini semua adalah sebuah keluarga besar, keluarga pewaris nusantara.

Saya, anda dan mereka adalah sebuah keluarga besar.

Keluarga besar WMI kembali mengajak mari kita terus berempati saling menguatkan. Berdasarkan hasil assesment tim 2 WMI di lapangan maka program yang masih belum tertangani cukup baik adalah pada bidang psikososial.

Insya Allah seminggu kedepan sembari menunggu pemulangan bertahap para penyintas ke daerah asal maka WMI akan melakukan kegiatan Spiritual Healing dan aktivitas pasca konflik dengan melibatkan keluarga.

Bantu kami melalui

Bank Mandiri
123 000 736 0276

BCA
6790310525
A.N Yayasan Wahana Muda Indonesia

Konfirmasi dan informasi 081280030087

Comments

comments

Tags: Damai PapuaMisi Kemanusiaan WamenaWMI CARE
Previous Post

Sekjen PA 212 Ditetapkan Tersangka dalam Kasus Ninoy

Next Post

Bengkulu Berpotensi Terjadi Likuifaksi Seperti Palu

Bilal

Next Post
Bengkulu Berpotensi Terjadi Likuifaksi Seperti Palu

Bengkulu Berpotensi Terjadi Likuifaksi Seperti Palu

BERITA POPULER

No Content Available

BERITA TERBARU

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

18 September 2026 15:40
Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

18 September 2026 14:54
Industri Kosmetik Didorong Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal

Industri Kosmetik Didorong Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal

18 September 2026 14:47
Katarak: Kenali Gejala, Penyebab Katarak, dan Operasi Katarak

Katarak: Kenali Gejala, Penyebab Katarak, dan Operasi Katarak

18 September 2026 14:37

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

18 September 2026 15:40
Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

18 September 2026 14:54
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia