• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Citizen

Pesan Natal Inkonsisten Dan Tidak Pancasilais

by Media Harapan
25 December 2017 18:18
in Citizen, Jurnalisme Warga, Opini
0
Pesan Natal Inkonsisten Dan Tidak Pancasilais

Oleh : Faizal Assegaf (Ketua Progres 98)

MEDIAHARAPAN.COM – Indonesia adalah surga bagi minoritas. Tidak hanya itu, kaum LGBT, bandar narkoba, raja miras dan perampok ratusan triliun uang BLBI pun dibiarkan bebas berkeliaran.

Suatu keadaan yang menggambarkan panorama kehidupan berbangsa makin tidak elok. Lebih spesifik tentang harmoni dan kerukunan umat beragama masih dipertontonkan atas dasar aneka kamuflase.

Padahal meski tidak dibumbui oleh opini yang liar, kenyataan eratnya kebersamaan umat beragama berlangsung apa adanya. Tetapi lucunya, tanpa membuat kehebohan, perayaan Natal seolah menjadi tidak afdol.

Dari situasi itu, wajar bila muncul kecurigaan bahwa isu kecemasan jelang Natal dan Tahun Baru punya dua tujuan. Yakni, rekayasa opini dan proyek pengamanan yang menguras uang negara.

Ihwal keanehan itu tanpa disadari memberi kesan Natal tak sekedar ritual keagamaan, namun telah menjadi gerakan politik yang sangat norak. Disebut norak lantaran kegiatan ibadah telah dicemari oleh prasangka dan ketakutan yang dibuat-buat.

Lebih konyol lagi, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto secara vulgar mengumumkan bahwa: “Tugas pengamanan (Natal) yang kita laksanakan mempertaruhkan citra TNI-Polri”.

Demi target pencitraan, sang Marsekal terpaksa menguras uang negara untuk menerjunkan 80 ribu prajurit TNI. Emangnya ada ancaman huru-hara, teroris dan konflik antar umat beragama?

Fakta menunjukan tanpa adanya mobolisasi alat-alat negara, perayaan Natal toh berjalan aman dan damai. Sebab terbukti di luar pagar gereja, umat Islam bersikap ramah dan jauh lebih toleran serta bermartabat.

Kalaupun ada gangguan keamanan, hanyalah perbuatan seglintir orang. Pelakunya bisa jadi diduga justru berasal dari kelompok binaan misionaris. Atau oknum yang mengaku muslim, hindu atau budha dan sebagainya.

Merujuk pada kasus peledakan bom Mall Alam Sutera Tangerang, Banten pada tahun 2015 lalu, pelakunya bernama Leopard Wisnu Kumala, beragama Katolik. Tapi lucunya dominasi jaringan media anti Islam tidak menyebutnya sebagai teroris.

Patut direnungkan, kejahatan dan rasa ketakutan adalah dua hal yang saling melengkapi. Golongan manapun yang dihantui oleh ketakutan perlu diperjelas, sehingga tidak menyiram fitnah kepada umat agama lainnya.

Sekali lagi, di luar pagar gereja, umat Islam sebagai warga mayoritas di negeri ini sangat santun, bijak dan telah berkontribusi besar dalam menciptakan kedamaian. Umat Islam sangat menghargai perbedaan dan anti diskriminasi!

Tapi mengapa setiap perayaan Natal kaum minoritas selalu terkepung oleh rasa ketakutan. Bukankah selama ini para petinggi gereja dan rezim Jokowi mengklaim kehidupan umat beragama makin toleran, rukun dan damai?

Atau jangan-jangan rasa ketakutan tersebut sengaja digulirkan demi sensasi dan halusinasi para misionaris. Sebab bila ada ancaman terhadap kehidupan minoritas, tentu tudingan itu jelas menyudutkan umat Islam.

Umat Islam sebagai penduduk mayoritas telah terbukti sangat penuh cinta kasih dan toleran. Kenyataan tersebut jangan dinafikan. Kita semua adalah saudara dan perlu untuk saling menghormati. Bukan sebaliknya menyiram prasangka atas dasar ketakutan yang tak beralasan.

Lebih khusus, pesan serta pemaknaan Natal dalam konteks kebangsaan dan penegakkan keadilan, terbukti gereja sangat inkonsisten dan tidak Pancasilias.

Hal itu terlihat dari sikap tidak fairless gereja yang bungkam terhadap kasus mega korupsi BLBI dan kejahatan separatis di Papua yang pelakunya adalah non muslim. Padahal, kedua masalah tersebut telah memicu ketegangan antar umat beragama.

Lebih jauh, persoalan LGBT, maraknya narkoba dan miras yang telah merusak kehidupan rakyat, secara sengaja diabaikan. Sehingga diduga adanya peran dan kepentingan misionaris gereja sehingga bersikap bungkam?

Sebalinya, ketakutan gereja jelang Natal hanya pada doktrin politik yang bertujuan menyudutkan kelompok agama tertentu dengan isu intoleran, radikal dan teroris. Jaringan media yang dikuasai bertindak tidak objektif.

Semoga di tahun depan perayaan Natal tidak kembali didramatisir. Bila ada oknum yang bertujuan melancarkan serangan kepada rumah ibadah, mereka adalah musuh bersama bangsa Indonesia.

Jangan pernah menjadikan agama sebagai instrumen penyebaran kebencian dan kelicikan. Tindakan itu jelas merupakan sumber kebohongan, ketakutan dan kejahatan yang membuat Tuhan tertawa! (**)

Comments

comments

Previous Post

GPII: Gus Dur Yang Perkenalkan Istilah ‘NKRI Harga Mati’ Di Tengah Ide Federal

Next Post

New Deal dari Kegilaan Trump

Media Harapan

Next Post
New Deal dari Kegilaan Trump

New Deal dari Kegilaan Trump

BERITA POPULER

Pesan Natal Inkonsisten Dan Tidak Pancasilais

Pesan Natal Inkonsisten Dan Tidak Pancasilais

25 December 2017 18:18
Siapa “Bidan” Partai Garuda..?

Siapa “Bidan” Partai Garuda..?

17 February 2018 15:22
10 Alat Bantu Fotografi yang Wajib Diketahui Pemula

10 Alat Bantu Fotografi yang Wajib Diketahui Pemula

28 August 2023 14:39
Orang Sholeh Yang Diam Menyaksikan Kemungkaran Maka Ia Terlaknat

Orang Sholeh Yang Diam Menyaksikan Kemungkaran Maka Ia Terlaknat

29 April 2019 08:25
Aditya Wardana Masuk Penjara Soal Cek Kosong

Aditya Wardana Masuk Penjara Soal Cek Kosong

15 August 2017 05:03
Bantah Menag, IHW Buktikan Boikot Produk Israel Majukan Industri Nasional

Bantah Menag, IHW Buktikan Boikot Produk Israel Majukan Industri Nasional

3 April 2026 09:34

BERITA TERBARU

Dukungan Agar Mohammad Natsir Jadi Bapak NKRI Terus Mengalir

Dukungan Agar Mohammad Natsir Jadi Bapak NKRI Terus Mengalir

3 April 2026 10:05
Bantah Menag, IHW Buktikan Boikot Produk Israel Majukan Industri Nasional

Bantah Menag, IHW Buktikan Boikot Produk Israel Majukan Industri Nasional

3 April 2026 09:34
UBN: Solidaritas Negara Teluk Tunjukkan Pelemahan Hegemoni Militer AS

Gugur di Lebanon, UBN: TNI sebagai Representasi Rakyat Indonesia di Garda Perdamaian Dunia

1 April 2026 22:53
Mengapa Training KPI Sering Gagal di Indonesia dan Bagaimana F Project Membalikkan Tren Itu

Mengapa Training KPI Sering Gagal di Indonesia dan Bagaimana F Project Membalikkan Tren Itu

2 April 2026 06:36

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Dukungan Agar Mohammad Natsir Jadi Bapak NKRI Terus Mengalir

Dukungan Agar Mohammad Natsir Jadi Bapak NKRI Terus Mengalir

3 April 2026 10:05
Bantah Menag, IHW Buktikan Boikot Produk Israel Majukan Industri Nasional

Bantah Menag, IHW Buktikan Boikot Produk Israel Majukan Industri Nasional

3 April 2026 09:34
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia