• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Featured

Protes UU Anti Muslim Menyebar ke Seluruh India

Ribuan orang turun ke jalan-jalan di timur laut negara itu, sementara protes lainnya terhadap hukum "anti-Muslim" dan "diskriminatif" dilaporkan di seluruh India.

by Bilal
17 December 2019 13:32
in Featured, Internasional
0
Protes UU Anti Muslim Menyebar ke Seluruh India
0
SHARES
76
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare to Whatsapp

MEDIAHARAPAN.COM, India – Protes massa terbaru terjadi di seluruh India pada hari Senin (16/12) menentang undang-undang kewarganegaraan anti-Muslim, setelah bentrokan Minggu malam di ibukota dan kerusuhan di wilayah timur laut menewaskan enam orang.

RUU itu mempercepat kewarganegaraan bagi imigran non-Muslim dari tiga negara tetangga, tetapi para kritikus menuduhnya merupakan bagian dari agenda nasionalis Hindu Perdana Menteri Narendra Modi untuk memarginalkan 200 juta Muslim di India, namun tuduhan itu ia bantah.

Pada hari Minggu malam ribuan orang turun ke jalan-jalan di timur laut, tempat kerusuhan dan pertempuran mematikan dengan polisi terjadi, sementara protes lainnya dilaporkan terjadi di seluruh India di Delhi, Aligarh, Hyderabad, Mumbai, Patna dan Raipur.

Bentrokan dengan kekerasan

Di ibukota, petugas menembakkan gas air mata dan dituduh menggunakan tongkat ketika ribuan demonstran berunjuk rasa, dan demonstrasi juga dilakukan di luar universitas Jamia Millia Islamia.

Empat bus dan dua kendaraan polisi dilaporkan dibakar.

Beberapa pengunjuk rasa menyebarkan video yang memperlihatkan polisi penyebab perusakan properti di tengah protes.

Massa juga menuduh pemerintah menyalahkan para pemrotes atas kekerasan yang dilakukan oleh personel keamanannya sendiri.

Puluhan Orang Terluka

Polisi menyerbu kampus universitas, dimana outlet media melaporkan sebanyak 100 mahasiswa dan puluhan petugas terluka.

Sekitar 50 orang ditahan, kemudian setelah semalaman mendekam di balik jeruji besi mereka dibebaskan pada hari Senin, kata polisi.

Mahasiswa menegaskan dalam pernyataan bahwa mereka tidak terlibat kekerasan.

“Kami punya waktu dan sekali lagi menyatakan bahwa protes kami damai dan tanpa kekerasan. Kami mendukung pendekatan ini dan mengutuk pihak mana pun yang terlibat dalam kekerasan,” kata mereka.

Pihak berwenang di Uttar Pradesh utara telah menghentikan akses internet di bagian barat negara itu setelah demonstrasi berlangsung di Aligarh, rumah bagi sebuah universitas besar dan populasi Muslim yang cukup besar.

Namun, episentrum utama protes telah terjadi di negara-negara bagian timur laut India yang sangat luas, yang telah lama menjadi tempat melebarnya ketegangan etnis.

Di sana massa menentang undang-undang kewarganegaraan, karena mereka khawatir akan menyebabkan ratusan ribu imigran dari Bangladesh, banyak dari mereka beragama Hindu, untuk eksodus ke dalam India.

Pada hari Minggu malam di negara bagian Assam – setelah beberapa hari kerusuhan dan bentrokan dengan polisi yang telah menewaskan enam orang – sekitar 6.000 orang turun ke jalan pada Minggu malam, tanpa ada insiden besar yang dilaporkan.

Kantor hak asasi manusia PBB mengatakan pekan lalu pihaknya khawatir undang-undang itu “akan merusak komitmen terhadap kesetaraan hukum yang diabadikan dalam konstitusi India”.

Modi pada hari Minggu menyalahkan partai oposisi utama Kongres dan sekutunya atas kerusuhan, sementara Menteri Dalam Negeri Amit Shah menyerukan lagi untuk tenang.

“Budaya, bahasa, identitas sosial, dan hak politik saudara-saudari kita dari timur laut akan tetap utuh,” kata Shah dalam pidatonya.

Undang-undang baru ini diajukan banding di Mahkamah Agung oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia dan partai politik Muslim, dengan alasan bahwa hal itu bertentangan dengan konstitusi dan tradisi sekuler India. [AFP]

Comments

comments

Tags: UU Anti Muslim India
Previous Post

Wahdah Islamiyah Launching Aplikasi Dakwah “Tabik Ustadz”

Next Post

Wapres Kiyai Ma’ruf: China Harus Lebih Terbuka Informasi soal Uighur

Bilal

Next Post
Wapres Kiyai Ma’ruf Kumpulkan Ormas Islam di Rimah Dinas

Wapres Kiyai Ma'ruf: China Harus Lebih Terbuka Informasi soal Uighur

BERITA POPULER

No Content Available

BERITA TERBARU

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

18 September 2026 15:40
Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

18 September 2026 14:54
Industri Kosmetik Didorong Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal

Industri Kosmetik Didorong Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal

18 September 2026 14:47
Katarak: Kenali Gejala, Penyebab Katarak, dan Operasi Katarak

Katarak: Kenali Gejala, Penyebab Katarak, dan Operasi Katarak

18 September 2026 14:37

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

18 September 2026 15:40
Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

18 September 2026 14:54
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia