MEDIAHARAPAN.COM, Tanah Datar-Dua orang seniman cilik asal Nagari Tuo Pariangan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat angkat kesenian salawaik dulang yang merupakan kesenian khas Minangkabau dan berasal dari Luhak Nan Tuo tersebut.
Muhammad Yunus sang pelatih Salawaik Dulang itu menuturkan pada media ini usai tampil dalam kegiatan sinergitas cagar budaya yang digelar oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumbar, Senin (13/08).
Kedua anak ini masing-masing bernama Abil Sayuqi Razaq dan Fajar Maulana yang sama-sama berusia 10 tahun dan masih duduk dibangku kelas 5 SDN di Jorong Guguak Nagari Pariangan.
“Mereka sudah belajar salawaik dulang sejak tiga tahun yang lalu,” katanya usai tampil memukau penonton yang mengadiri pagelaran bertema kebudayaan tersebut di auditorum IAIN Batusangkar.
Ia menyebutkan, sejak awal Abil Sayuqi yang merupakan cucunya tersebut memang sudah memperlihatkan ketertarikannya kepada salawaik dulang.
“Beberapa orang di keluarga kami memang merupakan pemain salawaik dulang, mulai dari saya hingga anak dan bahkan saat ini cucu saya,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain Abil Sayuqi dan Fajar Maulana, saat ini masih ada satu pasangan lain yang juga sedang berlatih kesenian tersebut. Menurutnya untuk daerah Tanah Datar saat ini masih mereka pemain salawaik dulang yang termuda.
“Dengan adanya generasi muda yang pandai memainkan salawaik dulang diharapkan kesenian ini tetap ada dan juga semakin dikenal oleh masyarakat,” katanya
Pemain salawaik dulang cilik, Abil Sayuqi Razaq menceritakan, pada mulanya ia cukup susah mempelajari kesenian tersebut, karena harus mempelajari teknik pukulan pada dulang (talam) sebagai alat musiknya serta harus menghafal lirik yang dilantunkan.
Ia menyebutkan, proses latihan dilakukan setiap malam Minggu, terkadang juga ditambah ketika masa liburan sekolah.
“Saya bangga dapat mempelajari kesenian ini, karena tidak semua anak pandai memainkannya,” kata Dia. (rel)











