Tekad IKTD Bandung Majukan Pendidikan Anak Nagari, Ini Kata Mantan Wamen Pendidikan Musliar Kasim

MEDIAHARAPAN.COM, Batusangkar, Sumatera Barat-Bertekad majukan pendidikan anak nagari, Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kota Bandung Provinsi Jawa Barat laksanakan seminar dengan tema, “Peranan Perantau Minang Dalam Kemajuan Pendidikan Anak Nagari.”

Orang minang jika merantau, akan selalu ingat kampung halaman, dan akan melakukan berbagai hal untuk kemajuan tanah kelahiran mereka itu, seperti berkirim uang untuk sanak saudaranya, pembangunan rumah, sarana ibadah dan lainnya. Namun berbicara soal pendidikan, belum banyak perantau yang dapat memperhatikan ini, karena mereka pikir pendidikan adalah sepenuhnya tanggung jawab pemerintah.

Dalam Undang-Undang Pendidikan disebutkan jika pendidikan tidak sepenuhnya tanggungjawab pemerintah, namun juga elemen masyarakat, “dengan seminar yang digagas IKTD Kota Bandung ini akan bisa diketahui oleh masyarakat sebagai apa peranannya nanti dalam membangun pendidikan. Walau kita ketahui ada alokasi anggaran pemerintah 20 persen untuk pendidikan namun itu belum mencukupi,” kata mantan Wamen Pendidikan RI Prof. Dr. Musliar Kasim.

Hal itu dikatakannya saat menjadi nara sumber pada Seminar Perantau IKTD Kota Bandung, Sabtu (15/12) di Grand Asrilia Hotel Kota Bandung Jawa Barat. Menurutnya walau ada beasiswa pendidikan bagi keluarga yang tidak mampu tapi itu baru sebatas SPP hingga tingkat SLTA, bagaimana dengan kelengkapan lain, seperti pakaian, transportasi dan lain-lain tentu tidak tercover oleh pemerintah.

“Ini perlu diperhatikan begitu juga untuk sarana dan prasarana pendidikan yang lain terutama untuk membantu para siswa maupun mahasiswa, jadi peran perantau sangat dibutuhkan, seminar ini sangat strategis untuk membangun pendidikan dikampung halaman, dan ini perlu sinergisitas antara pemerintah daerah dengan perantau,” ucapnya.

Ketua IKTD Bandung Yusparman sampaikan bahwa, “tema yang diangkat pada saat seminar ini berdasarkan pengamatan dari beberapa tahun belakangan, anak-anak Tanah Datar yang masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit di Indonesia makin berkurang, untuk itu dengan seminar ini dapat dilahirkan pemikiran untuk meningkatkan pendidikan anak-anak di kampung halaman dengan ikutnya perantau berkontribusi bagi pendidikan dikampung halaman,” ucapnya.

Syafriadi selaku ketua pelaksana seminar, menyebut bagaimana kedepannya pendidikan anak nagari di Tanah Datar dapat disokong penuh oleh para perantau. Dan Ia juga berharap dengan adanya asrama bagi mahasiswa Tanah Datar di Kota Bandung agar diisi dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, karena asrama juga disediakan gratis bagi mahasiswa yang menuntut ilmu di Kota Bandung dan sekitarnya.

“Usai seminar ini kita berharap dukungan dari semua pihak termasuk Pemerintah Daerah dan DPRD Tanah Datar agar asrama ini dapat diisi bagi mahasiswa yang melanjutkan pendidikan di Kota Bandung, dan mereka fokus belajar karena tidak lagi dipusingkan dengan biaya kos atau tempat tinggal yang makin hari makin tinggi,” ulas Syafriadi.

Sementara itu Bupati Tanah Datar yang diwakili Asisten I Sekretariat Daerah Drs. Mukhlis, apresiasi seminar yang digagas perantau Tanah Datar di Kota Bandung tersebut, “disinilah lahir inovasi-inovasi dan pemikiran bagaimana kampung halaman kedepan,” ucapnya.

Terkait seminar yang membahas soal pendidikan anak nagari,” ini sudah sepatutnya dan sesuai dengan misi daerah meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), karena Tanah Datar tak punya pertambangan muapun industri. Keterbatasan potensi daerah dapat diimbangi dengan pemberdayan, maupun peningkatan kualitas pendidikan, dan itu sudah dibuktikan dengan banyaknya lulusan SLTA di Tanah Datar yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri dibanding kabupaten lain di Sumatera Barat,” sebut Mukhlis.

Seminar yang dilaksanakan satu hari penuh tersebut menampilkan beberapa pembicara diantaranya Ir. Eriyon Agust. IPM (Ketua APINKREI), Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, MS, (Mantan Wamendiknas RI), Dr. Rahmat Hollyson Maiza, M. AP, (Akademisi), Ir. M. Shadiq Pasadigoe, SH, MM (Mantan Staf Ahli Menpan), Riswandi, S.Pd, M.Pd Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar.

Turut hadir dalam seminar tersebut Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, Kadis PU Tanah Datar, beberapa pejabat daerah dari Pemkab. Tanah Datar, tokoh perantau dan undangan lainnya. (Irfan F)

Comments

comments