MEDIAHARAPAN.COM – Jumat 26 Januari 2018 bertempat di Hotel Nusantara II dilaksanakan pembukaan Sosialisasi Dan Pengembangan Program Kampung KB Bersama Mitra Kerja yang dibuka Oleh Wakil Bupati Belu Drs.J.T Ose Luan didampingi Kepala perwakilan BKKBN Prof. NTT MARIANUS MAU KURU SE.MPH dam Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Yasinta Rinjani Bria, A.PI, MSI.
Kegiatan sosialisasi yang di ikuti oleh ,Para camat Se Kab.Belu,Para Lurah dan Kepala Desa Se Kab.Belu,
Perwakilan dari setiap, kelurahan, danPerwakilan dari setiap Desa se kab Belu,
Wakil bupati belu,Drs.JT Ose Luan dalam sambutannya menyampaikan,,,
“Pembangunan berwawasan kependudukan adalah membangun yang menempatkan isu perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sebagai titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan di kabupaten Belu dan pembangunan berkelanjutan dimaknai sebagai pembangunan terencana di segala bidang untuk menciptakan perbandingan ideal antara perkembangan kependudukan dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan serta memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa harus mengurangi kemampuan dan kebutuhan generasi mendatang”
“Masalah kependudukan bisa disebut juga sebagai masalah sosial karena masalah itu terjadi di lingkungan sosial masyarakat masalah tersebut bisa terjadi kapan saja dan dimana saja baik di kota-kota besar maupun di kota-kota kecil lainnya di Indonesia masalah kependudukan terjadi karena perkembangan penduduk yang tidak seimbang antara lain karena pertumbuhan penduduk kepadatan penduduk dan tingkat pendidikan di NTT”
“Meningkatnya pertumbuhan penduduk disebabkan karena rendahnya peserta aktif dan masuk dan tingginya sebagai akibat dari tingginya Drop Out peserta KB aktif dan masih banyak yang ingin berkarya tapi belum mendapatkan pelayanan”
“Program kependudukan dan keluarga berencana kabupaten Belu sebagai perpanjangan tangan pelaksanaan program pengendalian penduduk dan keluarga berencana di Kabupaten telah melaksanakan program kegiatan untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat KB melalui pencanangan Kampung KB di 12 Kecamatan dan Kab.belu dan kabupaten Belu memiliki 39 Kampung KB terbanyak di Nusa Tenggara Timur dimana program ini merupakan primadona integrasi program yang ada di desa atau kelurahan dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana saat ini”
“Kampung KB merupakan implementasi program nawacita kelima yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia yang bergerak dan dimulai dari masyarakat pesisir terbelakang terpelosok dan terjauh dan Menyatuhkan program pembangunan dalam nuansa kampung KB menuju ke pendudukan kampung KB yang mandiri maju dan sejahtera”
“Pelaksanaan kegiatan program Kampung KB untuk meningkatkan landasan semangat kebersamaan dan rasa memiliki masyarakat dalam proses pembangunan yang ada di Kampung KB untuk menjawab persoalan yang ada di desa atau kelurahan maka perlu membangun komitmen bersama yang melibatkan seluruh stakeholder baik di Kabupaten kecamatan dan desa serta membutuhkan peran aktif dari masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan di wilayah Kampung KB masing-masing”
“Kampung KB menjadi Barometer pembangunan di desa atau kelurahan miniatur pembangunan keluarga akan terbentuk seiring dilaksanakan integrasi program pembangunan dari berbagai aspek pembangunan baik infrastruktur pendidikan kesehatan pemberdayaan masyarakat pertanian dan ekonomi keluarga harapan kita bahwa akses-akses pembangunan ini akan mendorong meningkatnya angka partisipasi masyarakat dalam ber-kb dan menurunnya angka pertumbuhan penduduk kabupaten Belu dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat serta tercapai peningkatan keluarga yang berkualitas dalam pembangunan keluarga yang berkualitas”
“Bahwa penanganan persoalan pembangunan di desa atau kelurahan akan dilaksanakan secara berjenjang dimulai dari masyarakat RT /RW desa atau kelurahan, kecamatan dan Kabupaten sebagai pembina wilayah”
“Pembenahan dan sosialisasi dapat dilaksanakan melalui APBDES sedangkan persoalan yang membutuhkan dana besar dapat dikoordinasikan kepada OPD sesuai bidang teknis masing-masing untuk mendukung percepatan pembangunan di Kampung KB dan telah dibentuk tim Pembina melalui organisasi perangkat daerah sesuai hasil rapat dan instruksi Bupati Belu, dan mewajibkan seluruh OPD sebagai penanggung jawab dan Pembina wilayah Kampung KB di Kampung KB desa atau kelurahan”
“Bahwa di tingkat Desa sudah terbentuk struktur Kampung KB yang melibatkan para Camat kepala desa atau Lurah Dusun BPD tokoh masyarakat tokoh agama toko adat toko agama petugas lini lapangan dari lintas sektor dan anggota masyarakat yang dipilih masuk dalam kelompok kerja yang ada di desa ataupun Kelurahan”
“Bapak-ibu peserta sosialisasi yang saya hormati .Pada kesempatan ini saya atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten belu, mengucapkan terima kasih kepada para Camat dan kepala desa yang telah mengambil peran yang sangat penting dalam mendukung pencanangan Kampung KB di kabupaten Belu .harapan saya Kelompok kerja yang sudah terbentuk di Kampung KB dipersiapkan secara baik, jalin kerjasama antara Mitra program yang ada di desa atau kelurahan dengan demikian tujuan pembangunan integrasi program di desa atau kelurahan dapat berjalan sesuai tujuan pembentukan Kampung KB”(Bgr)











