MEDIAHARAPAN.COM, Batusangkar, Sumatera Barat-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tanah Datar kembali kucurkan dana bantuan masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan bantuan program rehab rumah tidak layak huni.
Bantuan secara simbolis tersebut diserahkan langsung Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizidi di Gedung Indo Jolito Batusangkar, Selasa siang (08/10).
Ketua Baznas Tanah Datar H. Emrizal Dt. Hyang Basa menyampaikan sebagai lembaga yang diamanahkan untuk mengumpulkan dan menyalurkan zakat umat Islam, Baznas mempunyai beberapa program bantuan di bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan dan ekonomi.
H. Emrizal katakan, hari ini disalurkan zakat sebesar Rp. 85.325.000,- untuk 31 orang calon mahasiswa yang lulus di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Rp. 574.000.000,- untuk 28 orang penerima program rehab rumah keluarga tidak mampu.
“Untuk bantuan pendidikan sudah kita salurkan sebanyak Rp. 167 juta dengan rincian bantuan pendidikan ke Timur Tengah untuk 3 orang sebesar Rp. 30 juta, bantuan kuliah di dalam negeri sebesar Rp. 51,9 juta dan bantuan masuk PTN sebesar Rp. 85,325 juta,” ucapnya.
Sementara untuk bantuan rehab rumah dikatakannya berupa penyediaan bahan bangunan masing-masing 2 orang per kecamatan sebesar Rp. 20 juta.
“Baznas Tanah Datar terus mengoptimalkan penyaluran zakat yang telah terkumpul, walau kita mengakui penerimaan zakat di Tanah Datar menurun akibat peralihan kewenangan pendidikan SLTA ke provinsi. Di tahun 2019 maksimal bisa terkumpul sekitar Rp.7 miliar sementara tahun-tahun sebelumnya bisa mencapai Rp.9,8 miliar bahkan bisa Rp.10,8 miliar,” ulasnya.
Namun Emrizal sangat bersyukur dan mengapresiasi Pemerintah Daerah Tanah Datar yang telah menghimbau ASN, TNI/Polri, Pegawai BUMN maupun BUMD untuk memaksimalkan pengumpulkan zakat tidak hanya gaji tetapi juga tunjangan lain yang diterima.
Sementara itu Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi pada kesempatan tersebut kembali menyampaikan komitmen pemerintah daerah yang menyentuh langsung kepada masyarakat.
“Di awal kepemimpinan kami, begitu banyak permintaan secara langsung untuk bantuan pendidikan, biaya berobat dan bantuan usaha,” terang Irdinansyah Tarmizi didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Riswandi dan Sekretaris Dinas Sosial PPPA Dadan Hendarsyah.
Bupati terangkan program berkantor sehari di nagari dengan melibatkan perangkat daerah dan instansi yang terkait langsung, banyak ditemukan masalah terutama administrasi kependudukan, asuransi kesehatan dan rumah tidak layak huni.
“Pemerintah daerah bersama jajaran melahirkan berbagai inovasi dan kebijakan untuk menjawab permasalah masyarakat,” terangnya.
Untuk pendidikan, pemerintah daerah bertekad membantu biaya masuk PTN bagi siswa dari keluarga tidak mampu dengan program Gerakan Pembangunan Masyarakat Cerdas (Gerbang Cerdas) serta rehab rumah tidak layak huni dengan program Gerakan Pugar Rumah Masyarakat Tidak Mampu (Gapura Mantap).
“Komitmen kita jelas, tidak ada anak Tanah Datar yang gagal masuk PTN karena alasan biaya, tahun ini kita salurkan hampir Rp.1 miliar untuk mengantarkan anak Tanah Datar bisa kuliah di PTN, program ini kita yakini tidak hanya sekedar membantu tetapi bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat,” tegas bupati.
Untuk program Gapura Mantap, Irdinansyah menyebutkan, dari data OPD terkait ada sekitar 3.600 rumah tidak layak huni di Tanah Datar.
“Pemerintah daerah memaksimalkan program rehab rumah tidak layak huni dari berbagai sumber pembiayaan APBN, APBD, APB Nagari, CSR dan donatur lain,” tambahnya.
“Sampai tahun 2019 ini sudah dilaksanakan rehab rumah mencapai 2.800 rumah, ditahun 2017 lalu sebanyak 600 rumah, tahun 2018 sebanyak 1.000 rumah dan pada tahun 2019 sebanyak 1.200 rumah,” ulas Irdinansyah.
Bupati juga sebut menjelang berakhirnya RPJMD, masih ada sekitar 800 rumah lagi yang diupayakan untuk dibantu. (Irfan F)











